Yang Lebih Yang Tak Diketahui
Dalam hidup, kamu harus ingat: kamu lebih berani dari yang kamu duga, lebih
kuat dari yang kamu tahu, dan lebih pintar dari yang kamu pikirkan. (Mafrur)
SETIAP JIWA dianugrahkan hak yang menjadikannya bebas. Tetap menjadi individualism tanpa lupa bahwa sebenarnya sebelum terlahir diri adalah pribadi dependent.
Dengan memiliki jiwa yang bebas, maka ber-ekspresi adalah hal lumrah bagi ciptaan pun ditambah nilai plus adanya aqli 'akal' yang diberikan. Karunia terbesar sehingga membedakan dengan ciptaan yang lain. Lahawla walaaquwwata 'illa billah.
Tangan, mata, hidung, kaki, telinga, mulut, dan seluruh anggota termasuk mata hati yang sering diperdebatkan adalah kesatuan aksi manusia untuk dapat bergerak menuju cahaya. Sempurna. Namun, kita tidak tahu mesti bagaimana untuk mengoptimalkan. Tiap sendi, telah memiliki tanggung jawab. Tidak ada yang sia-sia dalam penciptaannya. Manusia punya tanggung jawab. Persendian punya tanggung jawab. Hewan, tumbuhan, benda mati, dan lainnya adalah hal unik. Mengapa? Ada tetapi tiada. Kita tidak mendengar bagaimana mereka menyelesaikan LPJ pada sang maha pencipta, tetapi mereka nyata untuk melakukan itu.
Laa tahzan, innallaha ma'ana
Jangan takut Jangan sedih, Sesungguhnya Allah bersama kita
Innama'al 'usrii yusroo
dibalik kesukaran ada kemudahan
Lebih berani dari yang kita duga.
Mengapa?
(1) Takut kecoak karena jijik? Ketika tidak sengaja tertidur, maka kita akan serta merta mengusirnya tanpa perasaan jijik.
(2) Bertemu "setan"? Ketika bertemu maka diri pasti langsung merapal mantra kitab. Tidak ada perasaan takut.
(3) Ujian Nasional. UN/UNAS/ujian lainnya lebih diidentikkan dengan hal berbau ketakutan. Namun, jika telah berhadapan bukankah semua perasaan itu hilang? Dan, tangan kita bersatu padu dengan otak untuk kemudian mencari jawaban dan pemecahan soal tersebut?
(4) .....
(5) .....
Lebih kuat dari yang kita tahu.
Mengapa?
Diri pribadi yang tahu seperti apa kekuatan kita. Sekuat apapun kita mencoba, itulah kita. Kita tidak dapat mengatakan saya tidak bisa, karena tidak kuat. Contoh: seorang jiwa yang dalam perjalanannya dipilih untuk menjadi pemimpin. Selemah apapun dia, sekuat apapun dia, itulah dia. Kekuatan bukan dipandang pada fisik tetapi kekuatan otak pun. Keseharian kita menjadi cerminan kekuatan kita. Seberapa kuat kita untuk menggapai apa yang dicita-citakan. Tidak hanya kuat-kuat otot, ya. Believed.
Kamu, lebih pintar
Mengapa?
Parameter pintar bukanlah kamu mesti berkacamata, tersenyum, dan terlihat einstein. Melainkan, ketika IQ, EQ,ESQ, menyatu dan terealisasi dalam kehidupan. Pintar bukan ituitu aja, ya. Pintar itu boleh, asal dibarengi dengan akhlak.
Jadi, kamu (kita, saya, dia, mereka) pintar, kuat, dan berani.
Komentar