Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

I'm Serious!

Mendung baru saja mengalah pada rembulan untuk sejenak tampil di depan khalayak mempertontonkan cahay anya. Ocehan kecil merekapun terasa menarik saat mendung memulai berceloteh ria. "Oh Rembulan, mengapa kau hanya muncul diwaktu malam?"tanyanya. "Dan kau, Tuan Mendung. Mengapa kehadiranmu selalu membawa isakan tangis?" " Hei kawan, apa maksudmu? Aku sama sekali tak mengerti." "Coba kau pikirkan. Perhatikan, kedatanganmu membuat mereka di bawah sana akan berlari-lari dan hampir terjatuh. Ada yang bersembunyi untuk tidak menemuimu, sete ngah mengomel lalu memegang payung, atau  kau perhatikan wanita-wanita itu," sambil menunjuk kearah sebuah pasar,  "Mereka butuh mentari bukan dirimu!" "Jika memang begitu, aku akan pergi. Namun jika bukan karena aku, mereka akan mengalami paceklik berkepanjangan, jika tak ada aku, tidak akan ada hujan. Jika tidak ada hujan, mereka tak akan melihat  barisan spektrum indah rupa kary...

"SM" 1

Hamparan berbintang, 13 Januari 2014 Deru hujan semakin menghempas angin untuk bertiup pada kawanan burung yang tengah berlindung, sekedar  berteduh pada sebuah pohon yang dimana tidak terdapat sangkarnya. Bulan dari pinggiran kabin kapal tengah menanti bintang yang tak jua mncul. Cukup sudah! "Aku tak sanggup menjalani semua," teriak Bulan, "Mengapa sinar berlalu meninggalkanku? Apa salahku? Bukankah dia telah menautkan jari kelingkingnya pada kelingkungku untuk selalu bersama?" Bulan menarik napas lalu berteriak, meneriakkan amarahnya pada laut biru yang tak berdosa. Palembang, 20 Januari 2014 Sinar tanpa bintang, bukan sesuatu yang menarik untuk diulas. Coba perhatikan sekali lagi! Bulan tanpa bintang, hei itu menarik. Jemari Sinar bermain pada sebuah  pena, menggelindingkannya seperti bola bekel lalu mengalunkannya bagai martil. Tidak ada yang tahu apa yang tengah dilakukannya akhir-akhir ini. Hanya kata, "Don't be afraid guys, this about my life....

MALU SEPARUH IMAN

MALU SEPARUH IMAN    MALU ITU SEPARUH IMAN. Begitu sabda Rasulullah 1418 tahun lalu. Malu yang dimaksudkan ialah malu kepada Allah. Malu untuk melakukan maksiat dan malu meninggalkan taat.    Jika malu itu 50% daripada IMAN, mana 50% lagi. Yang selebihnya ialah TAKWA. MALU DAN TAKWA adalah gandingan sifat yang menjadikan seseorang mempunyai 100% keimanan. Takwa bermaksud bukan saja takut kepada Allah tetapi lebih daripada itu 'buat apa yang disuruh dan tinggalkan apa yang ditegah'   Jika sekadar takut saja tak jadi apa-apa. Misalnya takut gagal dalam peperiksaan tidak bererti jika tidak diikuti dengan rajin membaca buku dan mengulangi pelajaran. Takut kepada Allah mestilah diikuti dengan melakukan ketaatan dan menjauhi larangan.   Ukurlah diri kita berapa peratuskah sifat MALU dan TAKWA yang ada pada diri kita. Itulah darjah keimanan kita. Bak kata orang periksalah diri kita sebelum kita diperiksa.   Ulama pernah menyebutkan 'bertafa...