Satu Tentang Cita
Bebauan mete bercampur aroma aneka buah lainnya. Tersaji dalam beberapa cawan. Memberi rasa, seteguk harap melepas lelah. Gadis beransel mampir sebentar menjenguk. Sekedar mengamati ataupun melihat sekilas. Enggan membeli, mahal katanya . Tangantangan terampil semakin asyik menciduk sendok demi sendok minuman segar bernama es buah ke dalam seluruh gelas kosong. Tanpanya, mungkin entahlah bagaimana rasanya. Angin bertiup rendah. Suara sumbang, senar gitar, tarian ijuk, juga angin yang mengisi hari. Upss, ada yang terlupa. Tawa renyah dan semangat karena-Nya di pagi hari semakin menambah keikhlasan untuk sedia berada dalam lingkaran mungil itu. Para hijabers luruh dalam keterasingan. Bukan asing dalam pengasingan karena suatu dosa, tetapi akibat jalinan persaudaraan yang begitu kuat. Langkah kecil prajurit tertera jelas di antara debu dan setapak yang terlewati. Senyum sumringah, gratis, dan yah, lengkungan itu memberi beribu makna arti kebahagiaan. Entah bag...