Dia Tahu yang Terbaik

Tugas kita untuk terus mencoba dan belajar. Mari membangun kesempatan untuk sukses.

Belajar dari Burung Hud-hud, yg selalu semangat dalam menjalankan tugas dari Nabi Sulaiman as.  

Belajar dari Nabi Adam AS., yang ikhlas diturunkan di bumi.

Belajar dari Nabi Nuh, Luth, yang tabah ditinggal anak istri karena kejahiliyahan mereka.

Belajar dari Yusuf as., yang gagah, pandai, dan ikhlas dalam proses penantian panjang menanti keadilan akibat tuduhan pelecehan istri pejabat.

Belajar dari Ayub as., yang sabar menjalani hidup lebih 10 tahun berkelut dengan penyakit langka, ditinggal istri dan anak, pun dijauhi kerabat.

Belajar dari Zakaria as., dan istri, yang setia menanti amanahNya sembari membesarkan Maryam.

Belajar dari Khalid bin Khuwailid, yang tetap taat pada putusan Umar bin Khattab ra., saat pemecatannya.

Belajar dari Muhammad bin Abdullah, lelaki gagah yang mengabadikan kisah terbaiknya sepanjang peradaban.

Belajar dari Asiyah, Khadijah, dan Aisyah ra., serta Ummul Mukminin lainnya, untuk menjadi kuat dan tegar di samping lelaki hebat.

Belajar dari Utsman bin Affan, sang dermawan, sahabat terkaya sepanjang zaman nan rendah hati. Sang pemilik dua permata Rasulullah saw.

Belajar dari Bilal bin Rabbah, yang suaranya terdengar oleh penduduk langit.

Belajar dari Thomas Alfa Edison, yg tidak pernah menyerah mengaitkan elektron agar menghasilkan cahaya.

Belajar dari J.K. Rowling, yang naskah Harry Potternya berulang kali ditolak penerbit.

Belajar dari pemulung, yang tak jengah mencari barang bekas untuk kemudian di daur ulang tanpa merasa kehidupan tidak adil.

Belajar dari para hafidz-hafidzah cilik, yang dalam sepekan, dua pekan, setahun, hingga dua tahun berhasil menamatkan satu kitab: Al-Qur'an.

Belajar dari ibu, yang siap sedia menjadi madrasah pertama anak-anaknya.

Belajar dari segala hal. Belajar dari hal kecil. Tidak hanya nama-nama di atas, masih banyak lagi lainnya. Sulit menyandingkan dan mudah menyamakan. Itulah, setara tetapi tidak sama. Tingkat keimanan, ketakwaan, dan cara untuk menggapai kesuksesan berbeda.

Ayo ukir prestasi. 

Kebanyakan orang lebih sibuk mencari seseorang yg baik untuk dirinya, dibanding berusaha menjadi seseorang yg baik untuk orang lain. Siapkan diri. Untuknya, Untuk-Nya, dan Untuk semua. Dia tahu yang terbaik. Tetap berusaha, kawan!



dy a. said
Kendari, 24 April 2016 | 9:02 pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a