Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Harga sebuah Pengakuan (2)

Gambar
// selama itu aku akan selalu mengingatmu // // kapan lagi ku tulis untukmu tulisantulisan indahku yang dulu // ... //mungkinkah kau kan kembali lagi // //menemaniku menulis lagi // // puisi terindahku hanya untukmu // (Jikustik - Puisi) ***  Seperti langit runtuh, ketika itu datang. Di alam bawah sadar, harapanharapan bergelayut. Menerka. Mencari. Meringis. Mengemis. Seperti langit berubahubah. Di sudut pandang yang basah, ideologi berlepas. Hempas. Terampas. Seperti langit, biru. Di cokelat mata Asia, hati berlarian. Hati hati. Perlahan, pasti. Tak ingin mati. Menanti. atau Dinanti? --- Kelak, ketika akan bercerita. Perihal seorang anak bernama Dinanti. Yang kehadirannya teramat dinanti. Kemudian malammalam tetap berlalu. dengan sebongkah  keramat melamat lambat menuju langit. Meluncurkan beribu pias. Mencomot mantra tanpa melihat tetapi tepat. Lalu mengarah menuju Arsy menjelma mimpi. maka dengan ini mengakui, memahami arti hadirmu K...