Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Epilog: Semarang, Mimpi dan Kenyataan (1)

Epilog: Semarang, Mimpi dan Kenyataan (1) : "Setiap perjalanan akan menjadi pembelajaran." Menemu visi baru, misi baru, dan sebut saja: perjalanan membuat kita dewasa...

Semarang, Mimpi dan Kenyataan (1)

Gambar
"Setiap perjalanan akan menjadi pembelajaran." Menemu visi baru, misi baru, dan sebut saja: perjalanan membuat kita dewasa dan berpikir selayaknya bukan di usia saat ini. Pola pikir dan cara pandang akan memperjelas semua. Kita akan mencapai posisi ini ketika berproses dan menghargai proses dengan istimewa. Foto di atas saya dapatkan ketika mengikuti sebuah pertemuan luar biasa bersama orang-orang hebat se-Indonesia di salah satu PTN ternama di Jateng. Syukur alhamdulillah masih diberi kesempatan nafas untuk merasakan panasnya Kota Lumpia di siang hari, indahnya Kota Tua di pagi hari dengan rutinitasnya, dan warni lampu penjuru kota di malam hari. Amazing, dan saya tidak akan pernah tahu itu jika saya tak mengalaminya seorang diri. Perjalanan yang cukup panjang setelah transit Makassar-Surabaya dan berakhir dengan penantian di Stasiun (yang saya lupa namanya). Sembari menunggu jemputan, iseng pun sengaja kami (saya bersama kafilah Sultra saat itu)  mengeliling...

Yang Lebih Yang Tak Diketahui

Dalam hidup, kamu harus ingat: kamu lebih berani dari yang kamu duga, lebih kuat dari yang kamu tahu, dan lebih pintar dari yang kamu pikirkan. (Mafrur)   SETIAP JIWA dianugrahkan hak yang menjadikannya bebas. Tetap menjadi individualism tanpa lupa bahwa sebenarnya sebelum terlahir diri adalah pribadi dependent. Dengan memiliki jiwa yang bebas, maka ber-ekspresi adalah hal lumrah bagi ciptaan pun ditambah nilai plus adanya aqli 'akal' yang diberikan. Karunia terbesar sehingga membedakan dengan ciptaan yang lain. Lahawla walaaquwwata 'illa billah. Tangan, mata, hidung, kaki, telinga, mulut, dan seluruh anggota termasuk mata hati yang sering diperdebatkan adalah kesatuan aksi manusia untuk dapat bergerak menuju cahaya. Sempurna. Namun, kita tidak tahu mesti bagaimana untuk mengoptimalkan. Tiap sendi, telah memiliki tanggung jawab. Tidak ada yang sia-sia dalam penciptaannya. Manusia punya tanggung jawab. Persendian punya tanggung jawab. Hewan, tumbuhan, benda mat...

Yes, naik kelas!

Saat akan mendekati akhir semester, anak-anak akan disibukkan dengan keluhan ah, ulangan semakin dekat; belajar lagi; kira-kira soalnya masih sama gak ya dengan tahun lalu; tempat duduknya diacak gak; dan masih banyak lagi. Tiap tahun berulang hal yang sama. Ulangan atau ujian akan tetap menghantui and the big problem's UJIAN AKHIR. Ada ujian akhir semester, ujian akhir sekolah, dan ujian akhir nasional. Ini amukan terkece-badai.   Well. .. Saya telah 3 kali mengikuti ujian akhir nasional. sekian puluh kali ujian semester, dan 3 kali ujian sekolah. I'm strongly. Mengapa? Tiap tingkatan soal dari yang namanya ujian itu berbeda. Bisa secara mudah ke sulit atau tingkatan sulit ke mudah. Baik eksakta atau sosial, sama. Kemampuan siswa dalam menghadapi pun berbeda. Ada yang menganak-tirikan sosial, ada yang menganaktirikan eksak, dan malah malas pusing dengan keduanya. Semakin sulit tingkatan, SD ke SMP, SMP ke SMA, dan berakhir di perguruan tinggi: S1-S2-S3, semua adalah u...

Dia Tahu yang Terbaik

Tugas kita untuk terus mencoba dan belajar. Mari membangun kesempatan untuk sukses. Belajar dari Burung Hud-hud, yg selalu semangat dalam menjalankan tugas dari Nabi Sulaiman as.   Belajar dari Nabi Adam AS., yang ikhlas diturunkan di bumi. Belajar dari Nabi Nuh, Luth, yang tabah ditinggal anak istri karena kejahiliyahan mereka. Belajar dari Yusuf as., yang gagah, pandai, dan ikhlas dalam proses penantian panjang menanti keadilan akibat tuduhan pelecehan istri pejabat. Belajar dari Ayub as., yang sabar menjalani hidup lebih 10 tahun berkelut dengan penyakit langka, ditinggal istri dan anak, pun dijauhi kerabat. Belajar dari Zakaria as., dan istri, yang setia menanti amanahNya sembari membesarkan Maryam. Belajar dari Khalid bin Khuwailid, yang tetap taat pada putusan Umar bin Khattab ra., saat pemecatannya. Belajar dari Muhammad bin Abdullah, lelaki gagah yang mengabadikan kisah terbaiknya sepanjang peradaban. Belajar dari Asiyah, Khadij...

Bersama Lebih Baik

Bersama lebih baik. Bersama, direkatkan oleh visi misi tentang keberlangsungan kehidupan. Kita ibarat tiang pengikat. Saling bertautan satu sama lain, menggenggam berjalan seirama, langgeng. Tidak menampik ada perselisihan, tetapi kita satu. Kita ibarat tiang. Satu. Lurus tetapi tak mulus. Ada goresan, cat yang mulai terkelupas, dan beberapa bentuk absurd. Kita ibarat tiang. Tegak menghadap langit. Berdiri di bawah langit, diterpa "apapun itu", kita masih di langit yang sama. Kita ibarat tiang. Kuat. Keropos dan perlahan tak menarik. Namun, gugur satu tumbuh seribu. Senantiasa ada pengganti, menggantinkan keberadaan demi ketahanan. Kita ibarat tiang. Menakutkan. Terbuat dari apapun, misal besi, maka kita adalah besi yang selalu siap diperbaharui. Kita terbuat dari benda penghantar konduktor, maka kita siap menjadi magnet bagi dia yang menyentuh. Dimana saja, kita berada dimana-mana. Kita ibarat tiang. Setia. Tidak pernah meninggalkan. Yang terjadi tet...

Jalan Lurus Tak Melulu Mulus (1)

Kadang kita harus mengambil keputusan untuk mengalah dibanding menahan keegoisan dan berakibat dia berpaling, meninggalkan kita. “Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad).   Setiap manusia dicipta untuk menjadi pemimpin. Pemimpin diri sendiri, pemimpin kalangan, dan pemimpin umat--khalifah--dengan mencontoh umat terdahulu--para khilafaur rasyidin-- dan masih banyak lagi.   Kepemimpinan, leadership, dan leader menjadi begitu penting. Tidak hanya untuk diketahui perseorangan melainkan umum. Banyaknya problematika yang kian mendramatisir dunia khayal menjadi tantangan bagi pengusung, penggerak, dan pemikir bangsa. Tidak hanya satu aspek melainkan multi-aspek. Jiwa dituntut untuk peka.    Seorang pemimpin yang terpilih sebagai pimpinan banyak orang, menjadi besar tanggungjawabnya. Kematangan sikap, pikiran, dan kebijakan adalah parameter tersendiri unt...

On the Right Place

Alhamdulillah alaa kulli hal... Syukur berlimpah nikmat atas keseluruhan karunia yang diberikanNya. Senjang ahad (10/4) - senin (11/4), saya terus menemu orangorang luar biasa. Tanpa ada ucapan terimakasih, lubuk kecil begitu menghargai mereka. Jiwajiwa tersebut tanpa sengaja menyuntikkan lembaran butir kehalusan dan kehausan dahaga akan ketidak-tahuan. Alhamdulillah diberi orangorang hebat. Berada di antara orangorang jenius, pemimpin masa depan. Semua ini belum berarti apa-apa dibandingkan dengan mereka. Boleh  jadi, mereka menjadi orang yang terinspirasi atas apa yang tidak saya  inginkan oleh beberapa pihak  tetapi orang yang tidak diinginkan oleh orang lainnya, seperti suatu rantai menjadi stimulator, konduktor terbaik penghantar kebaikan.  Ilmu menjadi begitu mahal saat tamparan bernama hidayah tibatiba muncul, datang menghambur merusak sketsa. Ilmu menjadi begitu berat saat diri semakin mengejar pengetahuan sesaat tetiba datang perihal 'prese...

Namanya Gagah

Gambar
Sumber Gbr: Twiter Generasi baru yang telah dinanti, tak takut di caci, tak takut dimaki. Dilihatnya apa yang terlihat,  didengarnya apa yang terdengar, dikunyahnya apa yang tersaji, dikatakannya apa yang teramati. Itulah keserdehanaan di balik kota mungil. Perjalanan bumi begitu melelahkan. Singkat, 2 menit 11 detik. Dan, itu setara dengan 1 tahun masa akhirat (50.000th). Anak-anak yang kuat. Tak ada nanar seolah hidup adalah ke-ti-dak-a-da-an ketakutan. Saya melihat pandangan tajam tanpa kedip dan bertanya, "Apa tujuan hidupmu?" Wajah yang terlihat lebih imut memberitahukan perihal hangat di belahan bumi lainnya. Tangannya tak lunglai di usia seperti itu. Well, dia paham apa tujuannya. hidup mulia atau mati syahid   Mereka menolak untuk takut. Mengajarkan umat untuk terus berjuang tanpa tapal batas. Tersenyum demi keberlangsungan kehidupan. Dan, hal tersebut menerus terjadi hingga keadilan benar-benar tegak. ... adalah sebagian kecil potret ya...

Epilog: Terbitlah Harapan

Epilog: Terbitlah Harapan : Anak-anak, jangan pernah takut membuat keputusan. Memilih diam atau bergerak? That's your choice. Maka, jangan salahkan siapapun n...

Terbitlah Harapan

Gambar
Anak-anak, jangan pernah takut membuat keputusan. Memilih diam atau bergerak? That's your choice. Maka, jangan salahkan siapapun nantinya, cause it's ur choice.  Jika R.A. Kartini mengatakan: "Habis gelap terbitlah terang.", maka untukmu, untuk kita, katakanlah: saya akan terus menjaga lilin saya agar tak padam, dan jika kemudian padam maka saya tidak akan pernah membenci kegelapan. ... Anak-anak, jangan pernah takut membuat pilihan. This about our choice to be better than last time. Jika pagi tadi sebagian kita terhambat perjalanannya menuju tempat temu pagi ini, maka janganlah mencela hujan. Dia datang bukan sebagai penghalang melainkan sebagai berkah. Mengapa kita menggerutukan hujan sementara mentari yang membuat tandus sebagian tanah Tuhan tidak kita cerca? Inikah bagian dari kesyukuran nikmat? Teruslah berbuat. Jangan mencela. Seburuk apapun itu, itu adalah hasil dari proses yang telah kita buat. Wanna be a winner? Please, never stops try...

Epilog: We r'nt Alone

Epilog: We r'nt Alone : Karena kita butuh diingatkan ketika lupa dan lalai, itulah kenapa berjuang bersama itu lebih baik daripada sendirian.  Mengapa? Sebag...

We r'nt Alone

Karena kita butuh diingatkan ketika lupa dan lalai, itulah kenapa berjuang bersama itu lebih baik daripada sendirian.  Mengapa? Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup seorang diri. Selalu bergantung terhadap orang lain dalam kadar konstan atau berlebihan. Saya teringat seorang kawan yang tidak ingin bergantung selain kepada pencipta sebab tak ingin punya utang budi. Benarkah seperti itu? Maybe yes, maybe no. Semua kembali pada persepsi masing individu. Semut pun tak dapat hidup seorang diri. Hampir seluruh makhluk tak dapat menjalin keberlangsungan hidupnya tanpa bantuan. Buaya bahkan yang ditakuti dengan taringnya yang ganas, ular dengan kemulusan dan ... tubuhnya, atau singa sang raja dan hewan lainnya tidak dapat menjatuhkan mangsa jika seorang diri. Ini bukan rekayasa genetika. Tubuh tiap makhluk tersusun atas ribuan sel, trilyunan liter darah, dan 10 pangkat positif dua puluh tujuh atom. Namun, semangat untuk berkontribuusi atas jutaan liter nafas b...

Tak Ada Beban Tanpa Pundak

Gambar
Dokumentasi dy *MUSKER IX LSIP FKIP UHO "Bangkit, Bergerak, Bersinergi"  Bagaimana cara menuntaskan rindu pada seseorang yang bahkan tidak kita ketahui siapa dia? T anyakan pada hati. Terkadang, terasa menyusahkan apa yang telah terjadi. Ujian-ujian datang tetapi pengertian akan nikmat itu ada. Sesekali aku berpikir, mengapa harus terjadi? Memang tak ada beban tanpa pundak. Namun, pundak ini begitu ringkih.  Kerapkali kuping harus mendengar kata yang tak ingin terdengar, tetapi itulah kehendak. (1) Januari 2016 Kamu cukup tangguh, baik untuk melakukan semua. Terima apa adanya, bukan ada apanya. Bukankah menyelami tiap jejak dan titah adalah anugerah yang entah kapan akan terulang? Aku cukup tabah untuk berperan. Dibanding dengan merapal nama sebagai number wan, menjadi tokoh di balik layar sungguh menyenangkan. (2) Februari 2016 Ini  terasa. Belum terasa, belum cukup untuk menyimpan cerita baru. Cerita lama memaksa  terkuak dan tentang...