Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

mencari yang hilang

Gambar
Hai, Kampus. Long time no see. Tepatnya, FKIP long time no see you, dear. Gazebo FKIP 3.20pm Jadi, hari ini saya ngampus lagi setelah sekian lama gak ngampus. Hehehe. Cukup menyedihkan. But, seperti biasa... Ngampus sekadar ngampus. Ga ada hubungannya dengan akademik sama sekali. Saya hanya berlari dari kenyataan. Menghindari tangis yang tak berkesudahan. Haha. Saya mewek lagi. Karena itu, kamu harus kuat, Diah! Lepas percakapan panjang semalam, banyak uapan juga luapan mengapung. Ini seumpana bubuk coklat yang ingin kamu minum, tetapi kamu tak mengaduknya dengan benar sehingga menyisan buih menggumpal di lautan coklatmu. Kamu terlalu berbahagia dan lupa bagaimana cara mengaduk dengan benar. Ini hari Jumat. Kampus memang sepi di hari Jumat. Dan, Jumat depan bakal sepi lagi. Setidaknya saya bahagia, sebab insyaAllah Jumat pekan depan berjumpa dg Ied Adha. Yey, HAPPY IED MUBARAQ, GAES. Kenapa perempuan lebih mudah menangis? Sedih? Marah? Bahagia? Juga mengungkapkan jutaa...

atas nama aman(ah)

Gambar
    doc. pribadi penulis "sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanah oleh manusia. sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." -QS. al-Ahzab: 72_ Zaman ini semakin edan! Begitu kata-kata viral yang semakin sering terdengar. Edan kenapa? Ya, edan, gitu aja. Kejemuan berpikir, kebekuan berpikir, dan pengekangan potensi menjadi badai yang terus menghantam. Krisis sumber daya itu semakin melanda. HARI INI, entah berapa jiwa yang hidup dalam ke-tidak-siap-sedia-an. Mengungkung diri dalam badai; menghindari perjuangan untuk mempertahankan apa yang telah di bangun.  Kerja nyata! Untuk apa kita bekerja? Tentu masing jiwa memiliki jawaban atas tanya itu. Kita bekerja sebagai usaha. Bergerak. Berkontribusi. Kemudian, bersinergi. UNTUK APA? Untuk mempertahankan eksistensi diri dalam kejumudan yang...

hujan: sebuah usaha melupakan

Gambar
RESENSI NOVEL 'HUJAN' Judul Buku    : Hujan Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama Tempat Terbit : Jakarta Tahun Terbit  : Januari 2016 Tebal Buku    : 320 Halaman Cover Buku    : Softcover oleh Orkha Creative Penulis       : Tere Liye   "Barang siapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan."  - (Hujan (DTL), Epilog, hlm. 318)) doc. pribadi penulis. desa sumber sari kec moramo kab. konawe selatan | September 2016 Tidak ada yang lebih tabah dibanding menerima kemudian  melepas apa yang telah dicapai.  Seperti sebuah dongeng, tentang seorang raksasa yang menangis dalam sebuah hutan dengan tinggi separuh tubuhnya. Raksasa yang patah hati. Menangis sekian hari hingga mengusik habitat--ekosistem-- makhluk lain. Hutan lebat yang menjadi saksi tangisannya menjelma l...

cause a reason... (2)

Gambar
sbr gambar. doc pribadi penulis: taman faperta uho " dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. " -QS. al-Qashash: 77   karena sebuah alasan, seseorang dapat menjadi kuat. maka, menjadilah kuat karena alasan-alasan mulia. karenaNya. sebuah refleksi. awal tahun 2014, saya mulai menyusun apa yang namanya tugas akhir. saya mulai mencari literatur-literatur dan utamanya, apa yang akan saya lakukan dengan tugas akhir nanti. semua berjalan begitu saja. penyusunan TA walau masih begitu sederhana, pelaksanaan program-program lembaga, akademik, dan amanah lainnya. nyaris tidak ada hambatannya. tidak terasa, memasuki pertengahan 2016, ketika teman-teman bangku kuliah mulai memasukkan judul penelitian pada program studi/jurusan, saya masih berkutat dengan hal lain. blangko judul yang telah saya miliki sejak 2015, terabaikan (entah, saya lupa m...

karena hati...

Gambar
sumber gambar. google sebab dunia bukanlah tempat untuk bersenang-senang, maka jangan berbangga jika tak pernah mengeluarkan tetesan bening di pinggiran mata. " jalan keluar dan pertolongan berasal dari keimanan dan kerelaan hati. kecemasan dan keluh kesah berasal dari keraguan dan amarah. " -Ibn Mas'Ud- Benar. Benar apa yang dikatakan Ibn Mas'Ud. Hati sebagai awal dan akhir dari suatu hal. Bagaimana kemudian hati berusaha untuk bijak memutuskan baik logis atau perasaan. Terkadang, kita terlalu mengandalkan hati dalam bertindak. Di saat terjepit, saya teringat Dia. Kadang merasa malu. 'Kok yo ngingetnya di saat-saat terdesak'. Namun, Dialah sebaikbaik Pencipta. Ikhtiar sepanjang waktu yang dilakukan secara maksimal pun gak akan berarti tanpa campur tanganNya. Hanya Dia yang dapat memberi  pertolongan. Maka, di saat sempit bukanlah menjauh dariNya melainkan semakin dekat denganNya. Bermanja denganNya. Setiap orang memiliki perjalan...

amanah itu rejeki

Gambar
umi    : jadi amanah itu rejeki, kalau ada temen dateng ke kalian minta tolong, gak usah ditolak dan             "sok" bilangin, 'ke si dia dulu ya'. kenapa? barangkali kalian itu orang terakhir yang             didatengin. gak usah ke-pede-an lah nanggepin sesuatu. jamaah (:D) : Jleb. Diem. umi   : kadang, dalam struktur organisasi, kita butuh si dia tetapi 99 diantara 100 pengambil kebijakan           tidak menyetujui kamu sebagai seseorang yang dibutuhkan itu. dan 9 dari 10 orang tetep ga           milih kamu, padahal kamu satu-satunya. ya, ga usah sedih. amanah itu pertanggung jawaban si            dia kepada Dia dan kamu kepada Dia. gak dipilih, masih ada yang lain. dia yang rugi. seperti  ...