Yang berjatuhan, terhempas!
Sebab aku takut jikalau mereka tahu tentang permohonan ampun akan kemerdekaan; ingin memerdekakan diri dari penjajahan di tanah milik-Nya. Sebab tiada lagi pengampunan terbaik selain ampun dari-Nya. Sebab takut melebihi diri-Nya, kuasa atas hak di negerinya terjamah sekelompok kawanan usil. *** Diam bukan lagi suatu frasa yang asing untuk dikemukakan di era seperti sekarang ini. Saat beberapa tempat diantaranya tengah berkoar mengenai mubarak, tentang indahnya bulan yang kan menyambut fitri, ada suatu tempat tengah beri'tikaf, meruang pada sunyi. Berkawan mesra pada induk kegelapan, berkawan cahya pada tiap waktu yang dinanti. Itu sulit dicerna. Derai-derai tawa tak lagi teruntai, tangis-tangis bergelimang semakin nampak. Entah pada siapa, apa, dan bagaimana mereka mengungkap rasa selain melalui sebuah potret bisu. Bibir yang terkatup, bahkan netra menyipit, atau uluran tangan...