Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Januari dan Hujan (1)

Januari ke-Empat di 2020 Tidak seperti kemarin, ini malam hujan sedikit telat mengetuk langit. Barangkali ada yang tak mengizinkannya menjenguk penduduk Bumi. Sengaja tidak membukakannya pintu bahkan jendela. Namun, hujan adalah rembesan. Dengan teduhnya bersabar menunggu di depan pintu Bumi. Itulah kesempatan untuknya berbincang dengan Bulan juga Bintang.  Diamdiam di sela percakapan yang riuh, satusatu titiknya berselancar tanpa hambatan menuju tiap genting penduduk Bumi. Maka apa yang diharapkan selain mengikhlaskan yang telah terlewati? Sebut saja si dia yang tak ingin membuka pintu Bumi sedang kebobolan. Lihat, hujan tengah berjalan mengetuk seluruh genting, pepohonan, tanah, dan not musik. Lagulagu tentangnya berseliweran. Kita bisa me-request via radio, televisi, atau search di youtube. Apapun itu. Juga, statusstatus tentangnya. Trilyunan kata penuhi beranda.  Januari sedang tidak baikbaik saja. Anggaplah begitu. Hujan semakin rajin bertandang. Tak a...

merayakan hari

Gambar
" Hidup itu berjalan sesuai keinginan hatimu. Ketika kamu bawa ke arah yang baik, tentu Allah akan berikan kebaikan padamu. " 3 Januari 2020 Saya pernah menemukan seorang perempuan yang tak rela membuang sub total belanjaannya. Bertemu lelaki yang tak membuang barang tuanya meskipun itu terlihat tak berguna. Bertemu anak yang kerap berpura tangis agar dituruti keinginannya. Bertemu remaja yang merengek pada teman lelakinya. Bertemu segerombolan bocah yang teramat berisik. Bertemu nenek penjual masker. Bocah penjual es dan kue. Juga, hal lain. Setiap pertemuan tersebut memiliki kisah yang tak sama. Ada hikmah. Maka, perjalanan adalah hal yang mengasyikkan untuk memetik buah bernama hikmah. Terkadang, kita bersifat abai. Tidak menganggap bahwasanya tiap temu adalah pembelajaran bagi hambaNya yang bersyukur.  Saya menikmati seluruh momen. Tidak ingin merusak suasana juga ingatan, memilih untuk menulis adalah pilihan terbaik. Menulis sama dengan mer...

dua januari

Gambar
" Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak  akan pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku. "  -Umar bin Khattab- 2 Januari 2020.  Kemarin, riakan berwarna memenuhi langit bumiku.  Sisa petasan, derum knalpot, arang pembakaran, umpatan, tangisan, tawa, dan deras air terekam jelas. Butuh keikhlasan untuk melepas tahun bernama 2019. Di sana banyak hal terjadi. Menjelang pelepasannya, banyak resolusi berhamburan di media sosial. Saya adalah salah satu yang mengetuk jemari pada layar ponsel untuk turut meramaikan aksi unggahunggah re-solusi. Tidak ada harapan khusus selain di-amin-i. Bukankah tak semua pengikut medsos kita sudi mengamini dan menyukai apa yang kita lakukan? Apa yang terencana di 2019, beberapa tercapai, lainnya tertinggal. Mengejutkan ketika Sang Maha Pengasih memberikan nikmatNya yang bahkan tidak terkira sedikitpun. Semua adalah capaian. Gag...

Tentang Banyak Hal

Gambar
Debu, deru, dan seru adalah saksi dimana kita menjalani sembari mempertentangkan beberapa takdir. Kita bukanlah sang pemilik roda, tetapi kendali tuas ada di tangan kita. Kerapkali, kita menyibukkan diri untuk berbagai hal yang tak perlu diurusi. Namun, bagaimanapun rasa ingin tahu ada. Apakah setelah itu bahagia atau terpaksa? Memiliki dua belas penanggalan Masehi adalah hal membahagiakan. Bagaimana tidak, masingmasing memiliki rasa berbeda. Seperti ketika kamu memasuki mall atau menemui abang-abang es krim serta menanyakan berbagai rasa yang bahkan tak masuk akal. Itu ada. Kita secara sadar menghabiskan waktu dan kadang berpura lupa bahwa tiap bulannya terlewat begitu saja.  Membersamai diri--me time--, mengitari kota tua, menikmati hiruk pikuk Ibu Kota, menemani teman bercerita--berbelanja--, mencari kayu bakar, mendaki gunung, bahkan melihat anakanak membuka kertas contekan saat ulangan semester bukanlah sebuah kebanggaan. Kita hanya perlu mensyukuri setiap waktu...