Januari dan Hujan (1)
Januari ke-Empat di 2020 Tidak seperti kemarin, ini malam hujan sedikit telat mengetuk langit. Barangkali ada yang tak mengizinkannya menjenguk penduduk Bumi. Sengaja tidak membukakannya pintu bahkan jendela. Namun, hujan adalah rembesan. Dengan teduhnya bersabar menunggu di depan pintu Bumi. Itulah kesempatan untuknya berbincang dengan Bulan juga Bintang. Diamdiam di sela percakapan yang riuh, satusatu titiknya berselancar tanpa hambatan menuju tiap genting penduduk Bumi. Maka apa yang diharapkan selain mengikhlaskan yang telah terlewati? Sebut saja si dia yang tak ingin membuka pintu Bumi sedang kebobolan. Lihat, hujan tengah berjalan mengetuk seluruh genting, pepohonan, tanah, dan not musik. Lagulagu tentangnya berseliweran. Kita bisa me-request via radio, televisi, atau search di youtube. Apapun itu. Juga, statusstatus tentangnya. Trilyunan kata penuhi beranda. Januari sedang tidak baikbaik saja. Anggaplah begitu. Hujan semakin rajin bertandang. Tak a...