Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

pertanyaan selanjutnya (2)

Gambar
ternyata ada yang lebih mengerikan dibanding pertanyaan ini. 1. kapan wisuda? 2. kapan menikah? 3. kapan punya anak? 4. kapan nambah momongan? pertanyaan nomor 3 dan 4, sementara di-skip sampai gue bener-bener ngejalanin fase itu dan menjawab  dengen bener urutan pertanyaan mengerikan di atas. jadi, tiga bulan terakhir bener-bener riweuh dengan aktivitas yang menuntut untuk diselesaikan. tuntutan cana-cini. di balik segala aktivitas yang padat merayap (Gak sepadat benda padat), ada satu  rongga menyempil di dalamnya. menjadi mahasiswa dengan rutinitas rapat-persiapan kegiatan-follow up hingga segala hal di balik kegiatan-kegiatan yang tentu ga pernah terbayang sebelumnya. dari hasil rapat-rapat itu kemudian agenda-agenda di sepakati dan dibuat dalam satu kalender tahunan. nah, kalender tak selamanya berwarna hitam. kadang  kala, spidol merah dan hijau  turut mendampingi. dan, itu harus dirasakan. haha. konsekuensi. ujian. bahkan, jika agenda-...

who knows?

namun bila hari ini adalah yang terakhir, namun ku tetap bahagia selalu kusyukuri begitulah adanya ***  jemputan itu berhenti sejenak di persimpangan. ini bukan yang pertama. sebelum ini, beberapa kali berhenti. baik itu sarapan, makan siang, santai sejenak, mengisi bensin, juga menerima tumpangan orang yang dijumpai di jalan. padahal sekarang sedang musim hujan, dan terkadang panas. atau bahkan panas, terkadang hujan. saya tidak ingin tahu lebih jauh dimana keberadaan penjemput itu. menunggu adalah keputusan terbaik tanpa banyak bertanya. cengeng. dan, tertawa. bersiaplah! kemarin aku menemaninya membeli sebuah payung dengan motif nyaris menyerupai payung milikku (tentu dengan warna berbeda). aku diam saja ketika dia bercerita banyak hal. seperti biasa, aku tidak tertarik dengan  apa yang diceritakannya. dia selain berlebihan dalam bercerita, juga pandai menyembunyikan ekspresi. aku berjalan lebih cepat. mengamati rak-rak berisi sabun cuci piring, gelas pia...

#sdrcwk (1)

Gambar
menunggu daun yang gugur, sama saja dengannya. tetiba menghilagkan harapan. ___ sumber gbr. google "dek, ntar sore ke rumah paman, ya." "janganmi. kalau ada waktu kosong saja. kamu suka tiba-tiba membatalkan." "seperti daun kan?" "apa hubungannya dengan daun?" "tiba-tiba gugur. jatuh dari dahan. besok kau tidak akan menemukan daun yang sama di pohon yang sama." "nah!" dia AB. saya A. dua karakter yang sangat berbeda. karena saya kakak, biasa, ya emang dia harus ngalah.. kalau gak? liat ntar, gak gue acc permintaan lo. kami suka mempeributkan hal kecil. terutama saya, haha. nampaknya gen A memang menempel erat dalam diri. apa-apa yang saya perbuat harus sempurna. miring dikit, ganti. berubah sedikit, baper. wkwkwk. sama seperti pagi ini. percakapan itu, percakapan yang senantiasa berulang lalu berubah seketika di sore hari. entah karena saya yang tetiba bad-mood malas menunggu dia yang menur...

coming soon (1)

Gambar
       ini soal ikhtiar. tentang rezeki, juga kesiapan. dalam dua momentum berbeda, dua wanita yang masing-masing berperan dalam kelangsungan hidup saya saat ini menyampaikan banyak hal penting. benang merah yang saya dapatkan dalam bab ke-tiga, yakni mawas diri. yaps, sebagai seorang perempuan bukan berarti kita tidak mudah goyah, bukan? fenomena nikah muda bagi kalangan singlelillah makin marak. dalam sebulan di suatu bulan bahkan (hehe), banyak undangan yang tersebar. selain itu, berembusnya kembali angin poligami tentu memiliki dampak sendiri. karena because selalu always, jadi saya hanya paparin singlelillah. gue banget soale. kalau poligami, sementara di skip. Okay? __ menikah adalah perihal kesiapan. bukan tentang siap nikah muda atau nikah di penghujung muda, melainkan kesiapan segalanya. boleh jadi, ketika telah menyandang status sebagai pasangan, pasangan kita akan berpulang ke rahmatullah. jodoh bertemu kekasih dunia dan ...