That's the Way
"Masa usia jangan disiakan sebab ia tak 'kan kembali. ..." Itulah kalimat yang sempat teringat. Kumpulan kata yang terus menjadi bayangku. Entah mengapa, entah siapa. Dalam senandung langkah, semua terurai begitu saja. Sekikis duka ditambah sepercik suka, ada harapan dalam pengorbanan , so simple. Di berbagai kesempatan, satu dua kerikil menyempatkan mampir. Si sandal jepit tidak pernah sekalipun terdengar ber-ah-ih-uh. Hidup mungkin seperti itu, tidak selalu susah dan sesusah serta semudah yang kita bayangkan. Beberapa kawan asal nyeletuk, "Kamu kok betah di situ? Perasaan gak ada perubahan. Netap deh!" Bersama angin, tanya itu telak terjawab, "Damai!" Namun, ada alasan lain. Kembali pada teori sandal jepit tadi, mau sandal jepit kelas maribu, sapuluh ribu, duapuluh ribu, hingga tusan ribu tak mempengaruhi fungsi sandal tersebut sebagai penjajah tanah, pemijak rasa, dan penadah rasa. Tingkat kasta penghasil kesejahtera...