Elang
untuk sebuah nama yang berpendar dalam relungku... Kuteringat wajah seorang paruh baya, yang tengah duduk menanti kedatangan anak gadisnya kala senja menyapa. Santai, dia begitu menikmati pemandangan kota yang sangat asing baginya. Dengan angkutan roda empat juga sepeda motor, dan para pejalan kaki yang hilir mudik, ia begitu menyukainya, menurutku. Sore itu, tiga hari yang lalu... Entah mengapa aku yang tak biasa mengabaikan, mencoba untuk mengabaikan ponsel yang telah sekian lama berdering. Aku sengaja, maaf. Terlalu rumit untuk menjelaskan semua. Dia mengedarkan seluruh pandangan, kiri kanan kiri kanan, mencari seseorang. Siapa lagi kalau bukan gadis kecilnya. Sembari menanti, ponsel jadulnya mengusik jaringan untuk mencoba menghubungi seseorang. Yang tengah berada dirantau.. Segala menggulung kala senja langit semakin memerah dan oranye. Memamerkan kilau cerahnya, dan dari jauh si sulung segera berlari mencari bayang nyata yang tersenyu...