Kamu, the other reason
Kemudian para sahabatnya pun menjadi sosok yang menaruh dunia hanya di tangan mereka, tidak masuk ke dalam hati mereka. Seperti apa rupa sahabat? Adakah dia yang selama ini menanti kita dapat disebut dan kenang sebagai sahabat? Sebenarnya, dia siapa hingga kita menyematkan "sahabat" padanya? Saya cukup ribet untuk memahami apa yang dimaksud dengan sahabat dalam arti sebenarnya. Dan, tidak menutup kemungkinan saya tidak memahami mengapa saya hanya memiliki dan nyaman dengan salah seorang, sebuah kelompok, atau pengamat sesuatu dalam kadar yang sedikit. Saya tidak pernah memiliki mereka dalam jumlah banyak. Mungkin cukup selektif untuk mengatakan mereka sebagai teman terlebih sahabat yang lebih identik dengan saudara itu. This me. ... Hingga kini, menginjak bangku perkuliahan saya berada di lingkaran tertentu dengan tidak menaruh harap pada mereka. Kamu yang menemukan tulisan ini pasti menebak bahwa saya ... bla bla bla dan bla bla bla, ...