On the Right Place

Alhamdulillah alaa kulli hal...
Syukur berlimpah nikmat atas keseluruhan karunia yang diberikanNya.

Senjang ahad (10/4) - senin (11/4), saya terus menemu orangorang luar biasa. Tanpa ada ucapan terimakasih, lubuk kecil begitu menghargai mereka. Jiwajiwa tersebut tanpa sengaja menyuntikkan lembaran butir kehalusan dan kehausan dahaga akan ketidak-tahuan.

Alhamdulillah diberi orangorang hebat. Berada di antara orangorang jenius, pemimpin masa depan. Semua ini belum berarti apa-apa dibandingkan dengan mereka. Boleh  jadi, mereka menjadi orang yang terinspirasi atas apa yang tidak saya  inginkan oleh beberapa pihak  tetapi orang yang tidak diinginkan oleh orang lainnya, seperti suatu rantai menjadi stimulator, konduktor terbaik penghantar kebaikan. 

Ilmu menjadi begitu mahal saat tamparan bernama hidayah tibatiba muncul, datang menghambur merusak sketsa.
Ilmu menjadi begitu berat saat diri semakin mengejar pengetahuan sesaat tetiba datang perihal 'present tense'.
Ilmu menjadi begitu murah saat diri semakin mengejar kata dan terbuang begitu saja tanpa berbagi.
Ilmu menjadi begitu mudah saat diri semakin giat menyambung rantai dan tak memutusnya. I mean, the power of  giving.

Segala perlu direalisasikan. Tidak sekadar berteori belaka guna mendapat penghargaan. Prestasi dengan momentum adalah keberuntungan sedangkan prestasi atas usaha without never stops strying adalah kemenangan. 

Tugas manusia bukanlah menjadi pemenang atau pengalah. Tugas kita hanyalah memilih. Pemilih

  
Banyak kebaikan tertebar. Namun, tak keseluruhan jiwa menjadi cerdas untuk merangkai yang bertebar tersebut. Satu kebaikan dibagi nol menjadi tak terhingga. Tidak ada perbandingan untuk membagi dan  menghitung apa yang telah kita lakukan. The last, kita hanya bisa melakukan, Allah mudahkan. This about momen inersia.

1/0 = ~

Keep stay on the right place. Terimakasih untuk nama yang tak tertulis atas segalanya. Saya mencatat sebuah catatan kecil di kacamata Conan saya, bahwasanya: hidayah akan kita dapatkan dimanapun, kapanpun, oleh siapapun, bagaimanapun itu kita tidak pernah membayangkan akan terjadi seperti itu. Bukan permasalahan takdir tetapi kemauan untuk mencari. Sukses menemu penghujung jalan tak akan datang sendiri melainkan menunggu di satu tempat untuk dihampiri. You got it, we got it, and i got it!


dy a. said
Kendari, 12 April 2016 | 9:00 am
@A3.1 Ged Bahasa | Microteaching 
Sebenarnya, tiap akan dan usai menuliskan semua ini saya tetiba menjadi tidak berani dan mulai cemas terhadap apa yang jemariku lakukan di atas tuts-tuts leppy. Aku ragu. Dan, gegabah kusimpulkan: lewat tulisan, dunia mengenalku. 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a