B-e-n-d-e-r-a
Berkibar. Kibar terus. Terus berkibar. Ke kanan, ke kiri, segala arah. Teruslah sesuka hati, hingga lelah. Hingga kau kembali di turunkan. Apa yang dipikirkan ketika mengingat bendera? Merah Putih. Tiang. Kain. Ibu Fatmawati. Kemerdekaan. Upacara. Atau bahkan hari Senin? Saya menyukai bendera. Apalagi bendera frisian flag, hehe... Ini bukan hari Senin. Ini hari Kamis. Dan bendera itu tetap berkibar tanpa mengingat hari apa ini. Ditahunya, pagi bersiap melayang di udara dan malam bobo syantippp sembari mengingat apa yang telah berlalu. Layaknya bendera, dengan tiang kokoh; pengibar yang entah terus berganti di tiap harinya; juga kekokohan tali temali saat mengikat agar tak mudah goyah saat diterpa angin, itulah manusia. Cobaan datang silih berganti. Ada baik buruk. Ada ibroh. Ada hikmah. Banyakan orang (termasuk saya) terkadang kufur akan hal tersebut. Masih sesekali mengeluh, kenapa? Di bilang khilaf iya, di bilang tidak juga iya. Jadi? :) ...