dan waktu tak pernah bisa berbagi ruang, apalagi berbagi cerita. maka, saling mencarilah mereka, berusaha menggenapi satu sama lain. hingga satu titik, dipertemukan. (*) *** lautan di seberang nampak tenang. pucuk tiangtiang penyambung daya listrik kokoh menampakkan diri. deretan panjang berwarna hijau dari jauh terlihat kehitam-hitaman agak condong ke lumut. bunyi motor, mobil, juga musik menjadi satu ritme yang tak dapat dihindari untuk pusat kota madya. klakson sesekali terdengar, baik ingin mendahului, iseng, atau bahkan mengingatkan: 'Woi, jangan terlalu pelan bawa motor'. Semua menjadi satu pemicu, mengapa kota ini harus dan haus akan keramaian. Mengapa? *** lagilagi dia duduk seorang diri. menatap punggung orang yang lalu lalang dan tersenyum payah. jemarinya sesekali mengutakatik ponsel dengan casing gold juga mengecek laju pengunduhan beberapa film terkini. haha, dirinya nampak sok kekinian. tetapi, dia tetap hanya dia. bukan dia. dia yang t...