Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

kemudi kendara

Gambar
mampu tertawa di saat diri sedang terluka merupakan salah satu bukti seberapa kuat kamu bisa menjalani hidup ini. HE know that you can do all of his exam. *** maka, mari mengemudikan hati agar tetap mengendara dengan baik. have a nice day. diah a. said - seorang pembelajar kendari, 26.4.2017

sepanjang pagi hingga malam

Ada bunga yang membawa cerita di tiap pagi. Perihal aroma, embun, angin, dan kumbang; juga pasang mata yang menatap untuk melanjutkan perjuangan bersama. Pagi dan seabrek rutinitas. Pagi dengan sigap mengambil jiwa agar tak bermalas-malasan. Bukan hanya kita yang menciptakan agenda, Pagi pun have his plan. Bagaimana kemudian kita bertemu dengan orang baru atau lama juga berpisah baik dalam jangka waktu yang lama atau secepat mungkin. Pagi kemudian mengawal setiap waktu. Menjejal seluruh rutinitas hingga malam beranjak dan kita siap untuk kembali berbagi cerita  bersama bintang yang mengetuk loteng. Bulan yang cahayanya pantul sebagian di jendela kamar. Semua telah siap. Kemudian, dia duduk bersila. Sesekali mengganti posisi. Menaruh dengkul di stas dagu. Merapatkan kedua lutut juga menselonjorkan kaki. Mencoba untuk dapat senyaman mungkin. Menyerahkan catatan harian pada langit. Tanpa tinta juga hanya. Hanya cerita yang lancar meluncur dari kedua bibir. Kadang berhenti; me...

tanpa jeda

Setelah dzuhur tadi kita sempat mangkir dari janji yang telah kita sepakati; ashar ini aku bertolak menujumu. Menemu ketidak pastian yang kita ciptakan. Mendung sempat datang tadi, dibarengi sedikit rintik tetapi itu tidak berlangsung lama. Setelahnya, mentari benar datang dan berkali lebih terik dari tadi. Berkali lebih cerah. Aku bahkan perlu menutup sebagian wajahku; menyisakan pelipis dan sepasang mata yang selalu enggan menatapmu. Maka, ashar ini aku bergegas. Di tempat biasa, aku menunggu. Kali ini, aku tidak mendapat tempat nyaman seperti biasa. Bahkan untuk duduk, aku harus memilih tempat yang ekstra ekstrim. Baiklah. Ini kali tanpa hamparan laut. Tanpa awan juga langit. Dan, tentu tanpa kamu. Aku tahu kamu tak akan datang. *** Jubelan kabel listrik bermuatan siap menghantar daya. Aku tidak memikirkan banyak hal selain ingin menceritakan banyak hal selama 2 hari ini. Aku suka saat kamu berkata, "tak usah memikirkan apa yang belum berguna. Tak usah memikirkan orang la...

kamis bersama hujan

Selalu ada yang berbeda di hari Kamis. Di musim penghujan ini, hujan kerapkali bertandang di waktu Kamis dan membikin banyak hal berubah. Mengubah rute perjalanan. Mengubah plan yang telah tersusun rapi.    Kata Sapardi dalam puisinya; mencintaimu tak perlu menjadi ricik . Apakah hujan berbangga dengan itu? Kotaku basah. Air menggenang. Mengubah ricik yang imut menjadi kesah. Anakanak riang mengguyur tubuh di bawah derasnya riak. Ibuibu mengomel, mengerutuki cucian yang tak kunjung kering. Mobil, motor berusaha menghindari hujan. Mencari cela untuk bersembunyi. Pelajar, pejalan kaki, mengambil daun pisang sebagai payung; sebagian membuka payung berwarna. Menutupi kepala. Lainnya, mencoba menutupi kepala dan seluruh tubuh dengan tangan yang begitu mungil.   Ini tentang hujan. Tentang nikmat. Tentang kode penghuni langit dan bumi.   ***    Olehnya, hujan datang membawa ujian. Berjuang melawan segala rasa yang muncul lebih agung da...

siklus rindu sembilan hijriah

Gambar
dan waktu tak pernah bisa berbagi ruang, apalagi berbagi cerita. maka, saling mencarilah mereka, berusaha menggenapi satu sama lain. hingga satu titik, dipertemukan. (*) ***  lautan di seberang nampak tenang. pucuk tiangtiang penyambung daya listrik kokoh menampakkan diri. deretan panjang berwarna hijau dari jauh terlihat kehitam-hitaman agak condong ke lumut. bunyi motor, mobil, juga musik menjadi satu ritme yang tak dapat dihindari untuk pusat kota madya. klakson sesekali terdengar, baik ingin mendahului, iseng, atau bahkan mengingatkan: 'Woi, jangan terlalu pelan bawa motor'. Semua menjadi satu pemicu, mengapa kota ini harus dan haus akan keramaian. Mengapa? ***  lagilagi dia duduk seorang diri. menatap punggung orang yang lalu lalang dan tersenyum payah. jemarinya sesekali mengutakatik ponsel dengan casing gold juga mengecek laju pengunduhan beberapa film terkini. haha, dirinya nampak sok kekinian. tetapi, dia tetap hanya dia. bukan dia. dia yang t...

Dari Ujung Negeri

Gambar
sekolah itu bermimpi. bersekolah itu keberanian. menamatkan sekolah itu luar biasa. menjadi sesuatu seusai bersekolah adalah kebanggaan. (*) ***  "Nama anak itu banyak." Demikian kata seorang ibu paruh baya di sela menanti pembagian rapot. Dia terlalu terbiasa dan sudah membiasakan diri untuk sendiri. Sosoknya biasa saja. Sebagai seorang kakak dan panutan untuk adikadiknya yang belum paham apa-apa saat itu dia terlalu banyak belajar tentang kehidupan 'yang begitu keras'. Dia bukan siapa-siapa, hanya anak kecil yang sedang tumbuh dan berkembang dalam meng-eksplor jati diri. Dia berjuang untuk belajar dan memahami serta berbagi. Diberi kesempatan untuk bekerja di Bumi Allah sebagai penebar dan penerima manfaat adalah suatu kesyukuran luar biasa. Hal yang dipahaminya bahwa bekerja saja selagi mampu sesuai kemampuan dan batas semangat yang terus dipacu dengan waktu agar selaras dan menghasilkan karya apik. Dengan semangat dan pemahaman, dia berjuang dari ...

yang terbaik bukanlah yang tercepat

HASIL BELAJAR adalah sesuatu yang tersisa dari semua yang terlupa. ( Media Indonesia, 11 Maret 2013) ***  Suhu udara tak benar panas. Siang ini di dalam ruang ber-AC ditambah remahan tawa ibuk-ibuk yang sibuk menceritakan penampilan 'pedangdut' semalam, seorang bapak sibuk mengurus perlengkapan 'entah apa' serta seorang mahasiswa berjilbab di pojokan dengan dua tumpuk buku di kanan dan kirinya.  Burung di luar, lebih dari satu selalu siap bercuit-cuit tanpa henti. Anak-anak di luar pun merengek. Sesekali terdengar suaranya lantang ingin pulang ditambah rengekan khas. Langit tampak mendung tetapi tidak akan turun hujan. Rabu ini saya ingin bercerita tentang apa saja yang terlintas. Tidak ada yang spesial. Namun, berada di tempat ini adalah hal yang menyenangkan. Saya kerap sengaja datang tanpa tujuan apaapa selain membaca bukubuku gratis di tempat ini. Saya dapat mengambil jenis buku apapun. Mengelilingi tempat ini tanpa diawasi mata tajam penjaga ruang dan...

diah anindiah said

"wa ode... yang mana orangnya?" tanyanya saat  itu. si empunya nama segera menyahut. "diah anindiah said?" tanyanya kembali. "hadir, pak." "diah anindiah said. apa arti nama ananda, nak?" ... krik krik krik suasana sunyi beberapa detik. yang ditanya terdiam. "saya suka bertanya nama tiap anak didik. di setiap nama pasti memiliki arti. apa arti nama kamu, nak?" "belum tahu, pak." "nanti cari tahu, ya." "iya, pak." jawabnya tersenyum lalu menunduk menahan kata. ___ DIAH ANINDIAH SAID. Anak itu duduk di depan. Sebelah kiri paling pojok, selangkah kakinya bergerak maka ia akan berada di luar ruangan. Kursi favorit selama tiga tahun kuliah. Selalu berada di ujung dan terkadang, sesekali jika terlambat maka ia akan duduk di belakang. Saat itu, bersama bapak yang murah senyum. baik hati dan tidak sombong. dengan wajahnya yang tawadhu (alhamdulillah, ini beneran mantemen), tepat pukul...

sakura dan hujan

waktu berlalu begitu saja. barangkali saya yang berlalu dan terlalu tak ambil pusing dalam segala hal. tidak ada yang tahu, siapa pun tidak. jika pun ia, maka saya lalai. januari, februari, maret, dan kini april memasuki pekan pertama. saya tidak tahu banyak hal hingga mengingat nama hari pun sulit rasanya. saya suka linglung mendadak dan semakin sering bertanya, "hari apa ini?" atau tetiba meng-sms, "kita gak ada janji kan?". Seperti itu waktu, membunuh dan tak sakit. berangsur tetapi pasti; menusuk. membunuh. seperti biasa, saya menyukai bulan ini dan bulan sebelumnya, juga bulan sesudahnya. mungkin ini karena sakura di negerinya yang kuncup sepanjang waktu penghujan di negeriku. juga, tentang curah hujan di negeriku yang mulai membikin kesal ibu-ibu pun orangorang yang keseharian kerjanya tak ingin diganggu hujan. hujan. hei, itu menyenangkan bukan? saya tidak tahu mengapa menyukai sakura yang tak pernah saya lihat dan mencintai hujan yang selama ini...