Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

05 09 1438H

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu (ucapan yang tidak berguna) dan rofats (ucapan yang berbau porno). Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim) ___ Aku sedang puasa. I love ramadhan. I love Allah. Allah is creator. There's no one greather than Allah. So, why do we stand tall. KarenaNya, aku menahan segala hal yang dapat membuatku berbuat siasia. Aku bangkit dari apa yang membuatku terjatuh. Sebab, manis tak selamanya di awal. Kadangkala, manis tak benarbenar manis. Rasa yang pas akan diperoleh di waktu yang tepat. Seperti membuat teh. Ada kalanya teh dengan sendokan yang sama jumlahnya tidak manis. Boleh jadi karena kadar gula dalam gula tidak benar manis. Warna gula pun berbeda. Ada yang sebening kristal. Bening. Putih. Juga sedikit k...

04 09 1438H

Gambar
Masjid Agung Al Kautsar Kendari. Doc: pribadi Keduanya tak duduk jauh dariku. Sembari mereview apa yang dipelajari saat ngaji tadi, mereka saling share tentang puasa di hari ketiga ini. Lucu, menggemaskan. Ketika para kanak bertemu untuk membahas ini itu lalu mengomel. Saling menuduh satu sama lain memperlihatkan kekhawatiran yang diakibatkan dari bercakap. "Kalau saya tadi puasa setengah hariji. Na bilang mamaku, setengah harimi saja. Tahun depanpi baru puasa penuh." Kata anak berbaju putih "E... bisanya begitu pwa. Harusnya ko puasami satu hari." Timpal baju pink. Tak lama kemudian, datang seorang anak lelaki bertubuh gempal menanya putih. "Eh, ko puasaji?" "Iya, setengah hari." "Haha, setengah hari tapi da makan lagi jam 4 tadi sebelum mengaji."  Akhirnya, dia diledek. Bagi saya ini hal menggemaskan. Namun, bagi si adik ini sebaliknya. Dengan nada gusar dan sedikit lagi akan menangis (kayaknya ka...

04 09 1438H

we have a reason... for do what we want Matahari kembali malu. Rintik tidak segan mengetuk tiap genting. Mei nyaris berakhir dan tumpukan kertas di meja belajar semakin giat memecah ingatan. Tidak ada yang berbeda selain bekerja dan bekerja lalu menyelesaikan tugas. Berusaha untuk menyelesaikan apa yang telah di mulai adalah tugas terbesar dan tamparan telak ketika diri mulai ogah-ogahan untuk menyelesaikannya. ___ Nabi Yunus yang kemudian berjalan seorang diri meninggalkan kaumnya ke tepi pantai. Menaiki sebuah kapal. Kemudian kapal tersebut mengalami kelebihan penumpang yang mengakibatkan satu dari sejumlah penumpang harus rela dibuang ke laut guna mengurangi beban. Tiga kali pengundian, nama yang sama. Bukankah tak ada yang kebetulan? Nama dia, lelaki utusan bernama Yunus itu harus rela dibuang ke laut. Bersama ombak ganas. Alhamdulillah, Dia menjaganya. DiutusNya seekor ikan untuk menelan utuh tubuh Yunus. Selama itu pula proses muhasabah berlangsung. Yunus a...

03 09 1438H

Tanggung. Jawab. Tanggung Jawab ___ Perihal hujan yang turun sepanjang sore lepas Ashar menjelang Maghrib hari ini, kitabkitab anak gelisah. Merajuk ingin terbaca. Pada mata papa nan malang, teknik skimming dan scanning tak purna digunakan. Bukan tentang itu. Alhamdulillah, 2 ramadhan telah terlampaui. Maghrib diiringi beduk; waktu berbuka telah tiba dan waktu pergantian waktu berdasar penanggalan hijriah menyapa. Selalu ada yang baru; untuk segala hal yang telah dengan begitu berani kita mulai. Bukan tentang aku kamu tetapi kita. Tak hanya kita tetapi Dia pun terlibat. Maka, mulailah untuk bertanggung jawab atas apa yang telah di mulai. Konsekuensi merupa remah jamu dan rempah. Tak ada yang mudah bagi yang belum meyakini. Tak ada yang sulit bagi yang telah meyakini. Innallaha ma'ana.  Ketika Zakaria a.s dan kekasih bersabar menanti amanah Sang Khalik, maka disitulah kesetiaan diuji hingga kemudian Maryam menjadi pelengkap Baitul Maqdis lalu seorang bayi mun...

02 09 1438H

Hujan menjadi topik yang begitu menarik untuk diulas. Menjadi perantara penduduk langit dan Bumi, hujan serupa telepon genggam.  Lepas pukul 3.30 subuh tadi, rintiknya mengetuk genting tiap rumah. Seolah mengabarkan, "Hai, ini aku. Aku datang." Hujan memiliki banyak cerita. Dan, tiap makhluk punya itu di sepanjang sejarah hidupnya. Tentu hujan ini menjadi begitu awet dibanding hujanhujan sebelumnya. Entah terjadi pergolakan apa di sana. Hujan berhasil menjamu warga Bumi. Memasok debit air nan tinggi.  Di satu sisi, hujan menjadi penggiring Ramadhan. Tepat memasuki hari ke pertama. Banyak doa terapal (pasti). Aku berharap semua baikbaik saja. Aku dapat menyelesaikan apa yang belum terselesaikan. Dan kamu, pun begitu. Hujan mengantar rindu. Termasuk rindu pada ramadhan dan sejuta spekulasi tentang Ramadhan yang diguyur hujan. Ada baiknya, kembali kita menata erang erang. Menyusun kembali topik. Mengatur ritme. Menjaga hati. Adakah hal yang lebih sulit diban...

1 09 1438H

Karena yang dinanti begitu berarti. Kamu. Ahlan ya, Ramadhan. ___ satu waktu memulai beduk bertalu gemulai sedang sekokoh lelaki di balai merapal. menetes dupa. duhai tak lagi biasa. istimewa. dia, akhirnya menyapa seperti kamu. aku berdoa. maka selamat datang yang dinanti sepetak bundar berisi harapan tersaji tanpa moji hanya ibu bapak temani dalam doa dari hati. dy a. said Kendari, 26 Mei 2017 |  Ranomeeto

Surat untuk MITI KM

Gambar
(Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away MITI KM “Aku dan MITI KM”) *** “Sesungguhnya, kebaikan itu semuanya berada dalam keridhaan. Jika engkau mampu untuk ridha, maka lakukanlah. Namun, jika tidak mampu, maka bersabarlah.” (Imam Abul Qasim al Qusyairi) Di masa depan, Indonesia seyogyanya dapat berdikari dan maju, terutama di bidang pendidikan selaku the gate way mencetak generasi emas. Untuk mewujudkannya, pemilik jiwa muda harus bersatu untuk melakukan inovasi dan kreasi. Di mana sumber daya manusia terbaiklah yang bisa bertahan dan melanjutkan kegiatan bermanfaat terutama yang mendorong kemandirian bangsa. Saya adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UHO angkatan 2013. Nama saya Diah Anindiah Said. Memiliki ketertarikan di bidang kepenulisan mengantarkan saya pada sebuah event yang kini menjadi pelengkap catatan perjalanan saya. Adalah LSIP UHO, dimana saya mengawali keberan...

berbenah, menetaskan mimpi, mengelak kemalasan.

Gambar
penulis dan karyanya adalah jodoh. (anonim) saya tergelitik sepagi ini. di saat tetangga sebelah sibuk menghafal teks yang menjadi perkiraan jawaban ujian, teman lainnya sibuk menggeser jemuran kawanan lain, juga cicit burung yang selalu berbunyi. pagi berkabut, komando Iwan Fals tentang 'kemesraan ini janganlah cepat berlalu' menggema.  deretderet buku bersampul merah terbayang. sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, wkwk ... sedikit berbangga bahwa saya telah  merampungkan sebuah calon proposal tugas akhir. saya tinggal menyiapkan amunisi keberanian untuk menemui kembali dosen pembimbing juga merampungkan dapus yang genap enam bulan saya abaikan. hag hag nyaris sekelas saya telah menyandar gelar impian plus plus . yaps, gelar sebagai sarjana pendidikan juga sah sebagai istri. wiii... teguran silih berganti. ada bahagia dan sedih tentu melekat. banyaknya kepercayaan dan doadoa beriring dipatahkan oleh rasa malas. manusia memang erat bersahabat dengan malas. say...

ambilkan bulan, ... .

Hai... apa kabar? Empat buah angka di sudut kanan benda elektronik berukuran Empatbelas inchi tepat di depanku menunjukkan 10:31 pm. Tidak ada yang riuh selain tawa dan cerita para penghuni petakan yang begitu terdengar bahagia sepanjang malam dengan bulan yang tak lagi sabit. Suara motor satusatu. Jangkrik tak berucap. Nampaknya, mereka tengah kehilangan suara. Barangkali malam ini akan ada yang terjaga. Bergandeng dengan malam menjadi sahabat malam lalu menyapa pagi dengan mata serupa panda.  Lagulagu negeri ginseng sesekali terdengar. Kantukku hilang tersergap berlusin cerita yang tak kunjung terungkap. Lain kali akan kucerita. "Tapi" malam ini tetap berbeda di banding malammalam sebelumnya. Aku tak lagi sendiri kini. Si bontot menemani. Kami banyak bertukar cerita. Dia menyenangkan. Dia mengisi satu sisiku yang kosong. Aku? Entah mengisi sisinya yang mana.  Semakin larut. Satupersatu anak beranjak meninggalkan pelaminan. Suarasuara sumbang khas mengusik...