Harga Sebuah Pengakuan (1)
Gemetar. Takut. Setidaknya ini yang saya rasakan sejak semalam. Mencoba menghibur diri dengan berbagai hal termasuk menulis. Pikiran tidak fokus dan persendian semakin payah. Saya perlu banyak penghapus pagi ini. Tanpa alasan jelas, ketakutan semakin besar. Mata sembab tanpa tangis. Semalam, saya memulai menulis lagi. Memegang pena dan kertas, tetapi tulisan tetap tak berubah lebih baik. Mencong kanan mencong kiri. Mengakali menggunakan smartphone juga leppy, sama saja. Tidak membuahkan hasil. Semakin saya coba, getarannya semakin kuat. Menangis? Ingin tapi tidak bisa. Sepagi ini dengan tulisan cengeng. Sebab saya tidak tahu. Percakapan percakapan yang memancing emosi berlebih padahal sejak siang kemarin saya tidak mengeluarkan sepatah katapun selain memanggil Obe... (kucing di asrama). Ponsel kerapkali jatuh. Kelingking keseringan mampir di tombol backspace. Ada apa? *** Semakin ke atas, tekanan udara semakin ... sehingga membutuhkan persiapan matang. Semakin...