Menjaring Pedal Waktu
Kita berlari tiada henti, sesekali beristirahat. Mentari tiada lagi bertoleran pada langkah yang sebelumnya tidak pernah tersepakati kelahirannya. Kita berjalan terus menembus waktu, menabrak angin yang membuat diri gemetar akibat ketakutan, bahkan kita berani menebas dinding pemisah antar ruang. Memutuskan pilihan untuk hijrah adalah sebuah pilihan. Entah itu positif atau negatif. Tidak ada yang dapat disalahkan dalam proses pematangan kisah yang akan terus berlanjut. Pernah suatu ketika, kita berjalan, sahabat. Berdampingan, bersama. Cobalah berdamai bersama masa lalu, bukan berarti kau terus menatapnya dan mengecap diri sebagai pribadi galau. Tidak! Tidak seperti itu. Kita hanya perlu berdamai. Untuk merangkum sejuta kepedihan, ketegangan, kesenangan, dan kegelimangan rasa yang terasa. Beberapa tahun yang lalu, kita berlarian bersama di bawah curah hujan dalam debit yang cukup besar. Berlarian kesana-kemari tiada kenal lelah, bertelanjang kaki, dan juga saling meneriaki. Kita pern...