Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Bergerak untuk Berkontribusi

(sebuah catatan hujan di akhir Maret bersama Keluarga LSIP 2017)   Mencintai adalah belajar mengikhlaskan, bukan belajar memiliki. Karena semua yang kita cintai, sejatinya adalah milik Allah SWT., dan disatukan lalu dipisahkan atas izin dan ridhanya. Orang-orang tulus mencintai dan menghargai hidup akan memilih lalu mendekap amanah layaknya permata yang sangat berharga.   Sepotong kalimat dari sebuah buku berjudul “ Cinta dalam Ikhlas” . Ini perihal mencintai. Alhamdulillah puji atas segala nikmat. Senja kala itu beratap putih tanpa bilik, sekelompok muda duduk beralas dingin lantai keramik. Siul burung yang biasa sedia menemani sore absen. Mendengkur, hindari hujan dengan intensitas cukup deras. Sedikit kena rinai yang tempias menerpa mereka yang duduknya di pojokan. Hal itu tidak mengurangi sedikit kadar untuk berpindah atau segera menyudahi. Semua terkendali; asyik khusyuk berdiskusi.   Saya bersama para pembelajar yang gemar bergerak ...

untuk tidak menjadi lebih

Gambar
maka aku harus mengenalmu ___ tidak perlu menjadi ricik untuk mencinta air. tidak perlu merubah wajah untuk menatap. tidak perlu menutup luka untuk menyapa. tidak perlu apaapa. tetaplah seperti biasa; maka aku mengenalmu. ___ maka aku harus mengenalmu di perjalanan yang akhirnya telah menemu ujung, kita bergembira. mungkin tidak semua kita. pada intinya, kita berbahagia. kita sanggup untuk bahagia bukan untuk sesaat sebab dibalik kebahagiaan yang purna ini akan ada kebahagiaan lain yang siap menyapa. bahagia itu, yang lain... barangkali adalah kamu? bahagia itu, yang lain... mungkingkah adakah kamu? ___ maka aku mengenalmu untuk menjadi penanda untuk memberi petanda untuk kamu;           maka aku harus. ___ maka aku adalah siapa saja bukan apa saja apalagi? jangan menerka. mari menebak. sementara, singkirkan asbak. aku tahu, mengenalmu cukup biasa.         ...

Mengenalmu; untuk tidak menjadi lebih

mengenalmu untuk tidak menjadi lebih. sabtu pagi ini, pukul 4 sebelum ayam jantan berkokok dan akang di masjid mensenandungkan lafadz kemenangan dan panggilan untuk sejenak berserah; mendung kembali membasahi kotaku. kamarku semakin basah kerana sisa tangis semalam. di antara seluruh hal yang membuatku sempat untuk melankolik, saya memiliki banyak hal untuk diratapi sepagi ini.   TIDAK WAJAR. Iya, emang ga wajar. saya semakin memiliki banyak alasan untuk kemudian menciptakan beribu alasan yang tentu lebih banyak agar saya dapat bertahan dalam sebuah lingkaran lainnya. lingkaran yang menurut saya mulai sakit. menjadi pesakitan; tak lagi normal. sedari awal bergabung saya telah merasakannya tetapi mau di apa, saya hanya bisa melaksanakan apa yang telah saya pelajari dari bukubuku yang semakin hari semakin banyak harus saya konsumsi sebagai asupan ruhani. ini konyol. saya merasa semakin tidak nyaman dengan keseluruhan orang yang dahulu saya anggap "baik dan taat" atas p...

Mendengar; Mengamini

tok tok tok ku dengar pintu terdesak tok tok tok berbunyi; lagi ... hening. ___ adakah kamu itu? datang mengetuk. hening dan terdengar derap langkah gelisah lalu lalang depanku. aku di baliknya. menatap punggung tanpa wajah. adakah kamu itu? datang mengamini. tidak sunyi. aku mengganti tudung. menenangkan diri; adakah kamu itu? ___ tok tok tok. assalamu'alaykum . . .   diah a.said  kepada: ... kendari, 3.3.17 | 10:50 am