Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

kita yang... .

Gambar
kita yang merindukan segenggam hujan terkepal di tangan tanpa merembes kita yang merindukan setumpuk pakaian tak tersetrika di ranjang bertumpuk kita yang merindukan setangkup beras tak pulen dalam periuk kita yang merindukan sepasang sepatu dimana pada jempol kita sesekali menyembul kita yang merindukan sepasang kaus kaki tak berpasang kita yang merindukan sepasang seragam kumal kita yang merindukan sesuatu kita yang merindukan kita yang merindu kita yang me- kita yang kita kita kita tak kita tak lagi kita tak lagi sama kita tak lagi sama seperti kita tak lagi sma seperti dulu kita hanya memanggil nama kita melenguh hadir dalam mimpi kemudian siang menghadirkan bayang mengingatkan janji bersama di in frame. ID 1438H - rarontole bawah kelopak mata yang sayu nampak rindu ber se ma y a m . sudah cukupkah merindu? sudah cukupkah diam? mari merebak malam. menemuNya. menanya, memperjelas rindu. . ... . kendari, 6/4/18   8:48pm d...

mengeja rindu

Gambar
Pagi telah pergi Mentari tak bersinar lagi  Entah sampai kapan 'Ku mengingat tentang dirimu  'Ku hanya diam  Menggenggam menahan  Segala kerinduan  Memanggil namamu  Di setiap malam  Ingin engkau datang  Dan hadir di mimpiku  Rindu  Sebab yang pergi; akan ada yang mengganti walau posisi dan kadar lainnya tentu tak sama. Tiap person memiliki cita rasa sendiri. Maka, kesiapan untuk menerima dan melepas adalah konsekuensi atas segala penerimaan. Matahari akan berganti, berganti cahaya bulan bintang. Kadang, ketiganya tak nampak. Tertutupi awan kelabu disertai tetesan air langit. Tidak hanya tangisan bidadari yang dipertanyakan tetapi sembabnya mata ketika hujan telah berlalu. Adalah rindu yang mengeja. Menunggu ketepatan, keakuratan atas segala hingga semua jadi satu. Jangan tanya kapan kita bertemu, tetapi tanyakanlah akan kesiapan perpisahan. Jangan ucap, tak bertemu sehari itu ngangenin sebab k...

the power of giving (1)

Gambar
" bukan seberapa banyak, tetapi seberapa lapang kita memberi kepada saudara kita yang membutuhkan " (gambar ilustrasi. taken pic by: PIL LSIP 2017 Comittee) pemberian tidak mesti berupa barang. sebab, izzah setiap orang berbeda. ada yang ketik diberi, menolak, ada yang langsung menerima. penerimaan yang berbeda dari tiap individu membuat kita harus memikir cara yang tepat untuk memberinya. kita harus saling menjaga perasaan satu sama lain bukan? pemberian termudah yang kerap dilakukan adalah mengembangkan senyum. menekuk sedikit bibir. mata akan berbinar dan sedikit melapangkan hati. saya pribadi tidak pernah menjadwalkan untuk siapa saja saya akan tersenyum. kepada mereka yang ditemu secara tak sengaja atau sengaja, tersenyumlah. itu bisa menjadi pengugur dosa, kan? maka, pemberian terindah selain barang adalah senyum. senyum tiap kita berbeda. seperti saat memberi hadiah kepada saudara dan dia menerimanya sembari tersenyum. betapa lega hati melih...

ketika... .

Gambar
3 April 2018 “Di titik apa seseorang memutuskan bunuh diri?” tanya Sofia pada Nozomi. “Di titik ketika mereka merasa diabaikan,” jawab Nozomi. Polaris FukuOka - Sinta Yudisia

karena kamu, ........................

Gambar
besok bertemu, yang aku mau. tetapi tidak sekarang, katamu. tetapi aku lihat ini. kamu. menunggu. dimana kamu? senyum adalah sendu yang hilang di balik perdu lalu datang bersama rindu. adalah kita yang pernah mengeja masa berlima bersama dulu; ketika kita ... ___________ dan kini kamu, ada dimana? dan kini rindu, apa kabarmu? ingin jumpa ingin bertemu aku mendengar dilan diam-diam dilanda kangen aku mendengar milea diam-diam milih dia aku pergi mencari perasaan yang tetap saja padamu, ri. apa kamu percaya? kita berada di sudut yang beda waktu bergerak. tak diam. dulu. . . kendari, 1 April 2018; dy terima kasih

Melepas Maret, Menjemput April: Here I'm

Gambar
  Maret telah berlalu. Berganti April. Menyapa dengan aroma blossom juga kisah heroik penaklukkan di tahun 1453 Masehi. Maret benar-benar pergi. Meninggalkan cerita lama dan akan kembali menyapa di tahun yang berbeda. 31 hari bersama Maret dan semua seperti simsalabim. Tidak pakai abrakadabra. Aku duduk di muka pepohonan. Menatap langit yang tertutupi hehijauan. Nyaris tak terlihat biru pun putihnya. Semua menjadi begitu cepat dan taraaa... This is April. Padahal di atas telah kusebut aroma blossom. Namun, seakan tidak memercayai takdir, Maret benar telah berlalu.