Sisakan Ruang (Sedikit untuk Kecewa)
“Tetaplah bertahan dan bersiap-siagalah” -Izzatul Islam- Sekitar 2014 saya pernah mengatakan, “Saya bersyukur dipertemukan dengan A. Orangnya baik, ramah, dan…” sederet kebaikan yang nampak padanya saya sebutkan secara gamblang pada B. B tersenyum menanggapi dan di akhir pertemuan, dia mengatakan, “Dik, sisakan satu ruang dihatimu untuk menaruh kekecewaan yang akan kamu dapatkan di masa depan.” Sepanjang perjalanan dari Kampus Baru UHO-Kota Lama saya berpikir tentang maksud dari kata tersebut. Saya paham tetapi menuntut ingin diberi penjelasan. Seperti mengenyampingkan bahwa manusia-manusia langit tidak mungkin akan mengecewakan. Saya percaya itu. Membaca tulisan Afifah Afra, mengingatkan saya pada nasihat tersebut. Terkadang, kita merasa telah dekat dengan seseorang dan mempercayainya. Namun, pada kenyataannya kita tidak mengetahui “Dia siapa? Siapa dia?” yang sebenarnya. Kita merasa akrab di media (nyata dan maya): saling sapa, mengomentari status, berte...