Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Duasatu Mei; 6:25 am

Gambar
sumber gambar. pixabay Hujan belum terhenti. Allahumma shayyiban nafii'an. Satu dini hari tadi, dengan mata yang masih bugar, saya mengamati laptop. Sesekali melirik ponsel. Mengecek pesan masuk via media ataupun sekadar menaik-turunkan status whatsapp kontak ponsel (tanpa perlu membuka). Suara hujan menjadi musik yang asyik (sekali). Ditambah degup jantung yang cukup mencekam, wkwkwk. Suara kertas, bolpoin, juga derak meja menjadi pengiring yang kompak. Setidaknya, saya tidak sendiri untuk begadang sejauh ini dengan alasan takut. hehehe Saya melirik beberapa dus karton di pojokan. Satu, dua, tiga, ..., enam. Enam buah dus berisikan buku-buku yang terkumpul selama kurang lebih lima tahun. Semenjak mendatangi kota ini--Kendari--saya memuaskan dahaga saya dengan meraup banyak buku. Sama seperti ketika mengikuti Olimpiade Sains di Jayapura--2012 silam--saya benarbenar menyalakkan mata saat berkunjung ke gram*dia. Seperti menemukan air di tengah gurun, menyenangkan....

kendari: tentang teman, sahabat, dan yang pernah ada (1)

Gambar
sumber gambar. pinterest "Kak, kk punya berapa sahabat?" "Sahabat? Kk punya banyak teman." "Tuh kan, sudah kutebak. Kak Diah tidak punya sahabat." "Tidak juga." "Terus, coba sebut lima!" ... Percakapan sekian tahun silam. Di sebuah ruang. Saat itu, bangunan segi empat berwarna hijau itu belum sebagus saat ini. Sejak 2016 atau 2017, bentuknya lebih indah. Semakin besar. Dan, kuharap jalinan persaudaraan lebih dari besarnya ruang tersebut. Di waktu tertentu, saya sering terbawa arus. Memaksa hati kembali melogika-kan masa lalu. Atau, memaksa logika me-rasakan hati saat itu. Semua rasa menjadi satu. Seperti mendoan juga cake ultah tanpa lilinlilin kecil. Maka, kali ini saya akan menuliskan tentang mereka yang terkadang menghantui hari-hari saya. Bukan berarti mereka menakutkan, melainkan ada arti tersendiri terhadap kehadiran mereka. Lainnya? Semua ada. Namun, porsinya berbeda. Bahkan, barangkali ada yang ...

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

Gambar
Catatan 30 Sya'ban 1439 Hijriah               menjelang 1 Ramadhan sumber gambar. google Gambar di atas saya dapatkan di google. Menjelang ramadhan, suasana pasar berubah. Drastis. Termasuk status-status personal. Selamat untuk yang telah, on-going, maupun sedang berproses #iniapaya Sekitar pukul Sebelas tadi, sebelum kembali ke rumah, saya mampir ke pasar untuk membeli beberapa kebutuhan. And, saya kaget. Lupa sebenernya kalau ntar malam tuh dah masuk 1 Ramadhan. Alhasil, siang ini berdesakan dengan para ibu di pasar. Pemandangan pasar seminggu lalu berubah drastis. Di sisi kanan pasar, penjual sayur yang berada di pinggiran toko beradu ketangkasan memikat pelanggan sedang sisi kiri, menampakkan kelapa-kelapa yang siap di parut beserta ayam-ayam. Ayam yang siap dibagi sekian potong juga ayam yang masih berkotek di kandang. Pasar menjadi berbeda untuk saat ini. Padahal mendung dan langit sebentar ...

7: 189

Gambar
sumber gambar. theAsianParent Indonesia Kenangan masa kecil yang paling indah adalah kamu tidur di bagian rumah manapun. Tapi ketika kamu bangun tidur, kamu sudah berada di tempat tidurmu." " Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. " __________________________________________________________   _____________________ in Frame. menemu Halu Oleo from Kaisiepo Airport Semua sudah berlalu. Begitu cepat.  Aku pulang. Akan  pulang. . . Kendari, 5 Mei 2018 diah a. said - seorang pembelajar

Murabbiyahku Jago Masak... ^^

Gambar
in Frame. Kajian Kemuslimahan: 14 Maret 2014 bersama Ummu Izzat "Kak!" Begitu kami memanggilnya. Terkadang, di saat kami sadar, kami memanggilnya 'Umi'. Mendekati Tiga lebaran kini kebersamaan kami. Belum lama, tetapi cukup bahkan lebih dari cukup untuk membuat kami merasa bersalah, merasa bersahabat, merasa senang, sedih, kehilangan, rasa memiliki, dan rasa-rasa lainnya.  al-Qalam, itu nama 'geng' kami. Berharap kami dari memberi kebermanfaatan. Karena kami berada di lingkungan al-Qalam. Entah mengapa bukan az-Zahra, raudhatul jannah, atau nama ummul mukminin. Tidak terasa, waktu membuat semua berlalu begitu saja. Seakan-akan al-Mulk masih terlafazh di tiap pekan. Ada yang masih berputar di an-Naba, al-Ghasyiyah, atau mengacak hafalan. Suara kanak menghiasi tiap temu kami. Kokok ayam. Yang paling dirindukan adalah tawa umi. *** Sore tadi, menyambung percakapan teman seperlaga, berdua kami bahas apa yang akan kami hidangkan sebagai men...

gelombang pendek di atmosfer

Gambar
" Berhentilah untuk terus terlihat kuat, Nak. Tersandung itu sakit, kamu bangkit tetapi tak usah menahan beningnya kaca di coklat matamu. " di mula September, 2016 Langit tak perlu selalu biru. Sebab putihnya awan terkadang usil meng-combine-kan warna. Gumpalan awan akan terus menyatukan uap air yang nantinya semakin pekat menjadi rintik. Kita bersepakat menyebutnya hujan. Hujan tidak melulu menjadi perantara makhluk bumi dan langit. Namun, hujan kadang mengalir, menderas begitu saja membelah pipi. Terkadang, sebagai makhluk hidup yang cengeng, saya atau bahkan lainnya (gak mau sendiri ^^), tetiba merintikkan air mata begitu deras. Ada kalanya akibat drama kehidupan, permasalahan pribadi, kehidupan sosial, atau hal lain yang tidak ditahu musababnya termasuk menonton film. Hujan selalu bersanding mesra dengan pelangi. Tujuh spektrum warna dengan keindahan yang memukau. Entah dongeng tujuh bidadari dari kahyangan yang turun mandi ke bumi siapa yang me...

guess the direction: doesn’t mean it’s not there

Gambar
[25/4 3:46 PM] Mila: happy graduation ka : .  [25/4 3:27 PM] Ikrar Fitrah Ramadhan: Selamat yah mg cpt jd pns trus dpt jodh yg soleh bahagia dunia akhirat.jgn sombong kalo dah jd org sukses dan bahagiakn orangtuamu yg telh berjuang sampe kamu bisa pake toga .   [25/4 1:25 PM] Azam: Selamat kak atas gelar sarjananya, semoga ilmunya bisa bermanfaat untuk orang banyak, dan semoga kak diah bisa terus membuat karya. Maaf tidak sempat hadir, soalnya ada kerja tadi.. . [25/4 6:11 PM] FMarwan: Wah. Barakallah . [25/4 6:21 PM] Jumarding: Waaahh...tdak tunggu2 kita. Baraqallah kk @ ⁨[[ dhnndhsd ]]⁩ @ ⁨Faperta Dala⁩ juga... . [25/4 12:52 PM] Has: Selamat kak... Wanita inspirasi L*** . [25/4 12:01 PM] Yani: Conratulation kaka diah, smoga ilmunya bermanfaat bagi kluarga dan dan orang2 yg membutuhkan, sukses terus kak . [26/4 5:02 AM] Hajriani: Selamat diah... Selamat datang di ketidakpastian. . [26/4 6:02 AM] Betwan: Selamat diah eeee.. Kita haroa d bau...

kita yang... .

Gambar
kita yang merindukan segenggam hujan terkepal di tangan tanpa merembes kita yang merindukan setumpuk pakaian tak tersetrika di ranjang bertumpuk kita yang merindukan setangkup beras tak pulen dalam periuk kita yang merindukan sepasang sepatu dimana pada jempol kita sesekali menyembul kita yang merindukan sepasang kaus kaki tak berpasang kita yang merindukan sepasang seragam kumal kita yang merindukan sesuatu kita yang merindukan kita yang merindu kita yang me- kita yang kita kita kita tak kita tak lagi kita tak lagi sama kita tak lagi sama seperti kita tak lagi sma seperti dulu kita hanya memanggil nama kita melenguh hadir dalam mimpi kemudian siang menghadirkan bayang mengingatkan janji bersama di in frame. ID 1438H - rarontole bawah kelopak mata yang sayu nampak rindu ber se ma y a m . sudah cukupkah merindu? sudah cukupkah diam? mari merebak malam. menemuNya. menanya, memperjelas rindu. . ... . kendari, 6/4/18   8:48pm d...

mengeja rindu

Gambar
Pagi telah pergi Mentari tak bersinar lagi  Entah sampai kapan 'Ku mengingat tentang dirimu  'Ku hanya diam  Menggenggam menahan  Segala kerinduan  Memanggil namamu  Di setiap malam  Ingin engkau datang  Dan hadir di mimpiku  Rindu  Sebab yang pergi; akan ada yang mengganti walau posisi dan kadar lainnya tentu tak sama. Tiap person memiliki cita rasa sendiri. Maka, kesiapan untuk menerima dan melepas adalah konsekuensi atas segala penerimaan. Matahari akan berganti, berganti cahaya bulan bintang. Kadang, ketiganya tak nampak. Tertutupi awan kelabu disertai tetesan air langit. Tidak hanya tangisan bidadari yang dipertanyakan tetapi sembabnya mata ketika hujan telah berlalu. Adalah rindu yang mengeja. Menunggu ketepatan, keakuratan atas segala hingga semua jadi satu. Jangan tanya kapan kita bertemu, tetapi tanyakanlah akan kesiapan perpisahan. Jangan ucap, tak bertemu sehari itu ngangenin sebab k...