Sunshine Becomes You (1)
Anak itu mulai pandai berkelana seorang diri. Belum terlalu cerdas untuk dikatakan mandiri. Mulai belajar berjalan sedari anakanak seusianya belum siap menapak. Dia begitu tidak sabaran untuk berproses. Kakinya begitu kuat hingga langkahnya tak lagi dapat dihitung dalam sehari; dia tetap berjalan. "Nak, kamu kecil orangnya rusuh. Gak bisa diem. Sukanya manjat sana sini. Dalam gendongan pun kamu akan berusaha menggeliat dan menjelajah. Tidurnya tiga enam puluh derajat. Cerewet dan kamu pembelajar yang cepat," kenangnya. Si pendengar kembali terdiam. Lahir di suatu kota jauh di pelosok timur membuatnya berbeda dari saudaranya yang berada jauh di kampung halaman. Bapak yang telah lama mengais rupiah memboyong seorang wanita yang dinikahinya tiga tahun sebelum kelahirannya untuk bersama melanjutkan hidup di tanah rantau. Kehidupan memang seperti itu. Kadang kita perlu berotasi. Terkadang, dari barat menuju timur dan timur menuju barat. Tidak menampik, persoalan...