Malam Apa Ini?
Tudung saji kubuka. Kosong. Panci dapur kosong. Pun belanga. Tak ada bebauan apapun di sini kecuali sampah. Lemari tak menyimpan pusaka. Cermin tak nampak erotis pun aura magis. Tak ada rasa apapun di sini kecuali ambisi. Piringpiring tak berwarna. Tak bercorak. Vas tanpa bunga. Meja tanpa rampel. Ruang tanpa tamu dan perabot. Kosong. Mimpikah? Tidak. Kah mimpi? Tidak ti-dak. Lalu? ... Semua habis terjual. Tersisa kenangan dan rindu yang salah alamat di malam yang katanya petanda baru-baru-baru. Semua ludes. Tersisa mercon dan mesiu yang tak berwelas asih di malam yang katanya penanda kaum urban bondong ke kawasan baru. Semua purna. Tersisa tong dan jalan bertabur sampah sisa malam. ... "Kak, malam apa ini?" tanyaku. "Dik, malam ini apa?" jawabnya. "Kak, apa malam ini?" tanyaku. "Dik, ini malampir. Dengan pundi yang gentayangan di tiap ruang; dengan aroma pesta semalam bercampur alkohol, rokok, parfum murahan, dan bungkus k**dom; ...