belajar untuk menjadi; ...

"sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Allah cinta maupun tidak. sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cinta."
- HR Bukhari -

___

Segala apa yang diberiNya adalah kekuatan. Menjadi kekurangan adalah apabila diri tidak menyukuri nikmat dan atau tidak berusaha menutupi kekurangan itu menjadi suatu potensi. Potensi besar.

Lagilagi saya akan berbagi cerita. Mahasiswa studi akhir biasa disibukkan dengan hilangnya data dalam leppy atau enbi yang membikin puyeng sekian kali lipat. Ini saya rasakan banget. Mau nangis? Gak mau. Mau marah? Gak boleh. Mau diem? Gak bisa. Mau nonjok? Gak deh.

Berulang kalli diberi peringatan oleh teman baik secara langsung juga tidak, agar menyebar file tugas akhir di email ataupun temanteman. Hal itu mengantisipasi jika ke depannya ada apaapa.

Nah, sebenernya sadar sih. Udah beberapa malah selalu niat pengen nyatuin all files yang penting di  satu flash juga email hingga tadi dua jam sebelum kejadian naas itu terjadi. Masih juga belum ngeh. Masih menyiakan waktu.

Jadilah laptop saya simpan di bawah dan di atasnya ada rak  buku. Tetiba buku jatuh dan menindih laptop. Gubrakkk. Itu buku sekian kilo kalo di koper paling gede gak muat ngisinya tetiba jatoh nindih sebuah laptop. Makhluk tanpa dosa. Benda itu minta beristirahat. Layarnya gak mau nyala. Gue? Jangan ditanya. Bayangin aja.

Laptop rusak parah. File tugas akhir yang semalam saya edit untuk diajukan ke jurusan besok gagal saya ajukan (belum terprint). Penyetoran CV untuk dikoreksi dg detlain malam ini juga belum saya translete ke bahasa inggris dan filenya itu... semua masih di laptop.

Gak bisa nyalahin siapasiapa selain ketelodoran diri sendiri. Mengajarkan diri untuk lebih berhatihati. Gak sembrono. Semrawut. Lebih memperhatikan ini itu lagi. Besok leppy masuk 'hospital'semoga masih bisa diperbaiki. Semoga hanya ada pergeseran lempeng :D. Gak ada kerusakan aneh. (Si biru harus nemenin sampai tugas akhir benerbener selesai).

Sebagai manusia, kodratnya saya pengen marah. Tapi saya harus mengevaluasi diri. Hmm, barakallahu Diah ... masih diberi ingatan sama Allah untuk senantiasa bertindak hatihati. Dan, boleh jadi (saya kurang menafkahkan sebagian harta saya di jalanNya). :-(

Banyaknya pengeluaran siasia yang dijadikanNya ujian untuk saya adalah perhatianNya agar saya lebih memperhatikan saudara saya.

___

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.(At-Tagabun - 16)


Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.(Muhammad - 38)
___


seorang pembelajar - diahasaid
kendari, 25 Ramadhan 1438H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a