09 09 1438H: Perihal Waktu
Alhamdulillah...
Syukur penuh nikmat atas waktu yang diberiNya.
Ramadhan memasuki waktu ke Sembilan dari Tigapuluh waktu yang dimiliki. Anakanak suka menghitung. Seperti tadi. Aku disenggolnya, sengaja.
"Kak, puasa lagi Tiga minggu. Yey, Tiga minggu lagi lebaran."
"Lalu?"
"Kakak tidak mempersiapkan sesuatu keh untuk lebaran?"
Aku masih cuek. Belum ingin digubris si kecil.
"Kak, apa?"
"Mungkin mempertimbangkan kesempatan untuk pulkam, Dek."
"Ituji?" tanyanya lagi.
"Iya."
"Bagaimana dengan membuat kue rambutan atau menyegerakan ujian proposal?"
Oh, no. Aku benarbenar tidak ingin menjawab. Segera aku mengambil buku. Menandai tiap paragraf untuk kutambah sebagai referensi tugas akhir.
Setidaknya, dia sudah mengingatkan tentang pilihan bagiku. Juga, menegaskan untuk menyegerakan studi. Dia tidak benarbenar kecil. Anak itu telah 'sedikit' dewasa.
"Jika kau letih berbuat kebaikan maka letih itu akan hilang dan kebaikan itu akan abadi."
Maka, tugas pertama adalah menyusun kembali time schedule agar ritme pergerakan tidak saling tubruk seperti kopi tubruk. Aku bergegas melihat planner 2017. Tidak benar sepi tetapi jauh dari apa yang diinginkan.
Sore ini--sepanjang hari ini-- hujan mengiba. Meminta rehat sejenak. Penduduk kotaku berekspresi. Membuat rumah yang digentingnya biasa diketuk pulas (untul sementara). Aku bersyukur dapat kembali bertemu dengan temanteman pengurus sebuah lembaga ketcee. Kami membahas banyak hal dan pada akhirnya, di akhiri oleh adzan, kami menyudahi pembahasan. Tidak benarbenar mengakhiri, hanya disambi oleh menu berbuka yang membikin pembahasan sedikit tersendat termasuk ingatan serta pertanyaanku untuk lebaran dimana.
Ah... hari ini. Tentang aku yang harus berbaikan dg waktu; prioritas; juga kamu. Baideweh, si kecil telah menamatkan drama hwarang bahkan ditontonnya 2x secara berulang.
Mari samasama berproses. Mengejar ketertinggalan. Kereta tidak sengaja meninggalkanku. Aku yakin, belum saatnya aku menaiki kereta kloter pertama. Namun, sebaiknya aku bergegas. Waktuku tak banyak.
"Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. (qs al ashr:1-2)
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Infithar: 10-12).
.
.
dy a. said
Kendari, 4 Juni 2017
Komentar