belajar menjadi; semangat karena-Nya
08.11.2015
09:47:08am
From: KA
"Cemungud eaa,... diah...kamu pasti bisa melewati masa kangenmu dengan bermanfaat dan tegar. :-)
___
![]() |
| sumber gambar: twitter Divapress |
Sebuah pesan masuk dari 2th silam. Tertinggal dengan sengaja dalam kotak masuk ponsel jadul saya. Entah apa yang terjadi saat itu. Mungkin saya yang sedang mewek di pojokkan akibat kegiatan yang berlangsung jauh jauh jauuuuh sangat dari ekspektasi atau cidera lainnya. Simpulan saya saat ini, saat itu saya sedang tidak baikbaik saja. Dannnnn.... Lupakan. 😅
Tiga hari sudah di penghujung 10 waktu akhir Ramadhan kota kembali cerah. Hujan sesekali di waktu maghrib. Suasana kembali seperti semula. Kami yang menjalankan ibadah puasa tengah gencar mengejar lailatul qadr. Sungguh menyenangkan. Betapa tidak, masjid-masjid yang biasa sepi kini dihuni banyak orang. Baik itu tilawah, dzikir, sholat sunah, berdiskusi, atau sekadar duduk (muhasabah). Suasana yang dirindukan. Pantas bila ramadhan disebut sebagai bulan yang dirindu-rindukan.
Banyaknya amalan yang dengan mudah diraih adalah suatu kemudahan yang diberi. Ibnul Mubarak ra., berkata, "Betapa banyak amalan kecil akan tetapi menjadi besar karena pelakunya. Dan, betapa banyak amalan besar menjadi kecil karena niat pelakunya."
Ramadhan dan bulanbulan lainnya adalah bulan menanam, mempersiapkan diri, dan menuai. Namun, sebelum ramadhan telah ada Rajab dimana diri mempersiapkan diri menyambut ramadhan. Seperti, tilawah yang biasa sejuz become tiga juz atau bertambah sekian kali lipat. Gak pernah sholat di masjid, jadi sholat di masjid. Gak jilbaban jadi jilbaban yang cewek karena pake mukenah. Cowoknya lebih sering jamaah dan bukber di masjid. Silaturahim terjaga. Seenggaknya Ramadhan memiliki 'value' tersendiri.
Ramadhan itu tentang komitmen. Bagaimana menjaga amalan yang bombastis juga segala tutur sikap. Tentang pengharapan (salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah menjelang berbuka puasa). Dan, dedikasi dalam beramar ma'ruf nahi mungkar.
___
Mengenai cemungud cemungud yang harus senantiasa berkobar... saya teringat satu kata bijak Syaikh Shaid Awafh al Mughasimi: "Setiap kali engkau memperbaiki niatmu maka Allah akan memperbaiki keadaanmu dan setiap kali engkau mengharapkan kebaikan untik orang lain maka engkau mendapatkan kebaikan dari arah yang tidak kamu sangka. Maka berusahalah untuk memberi bukan menerima. Karena setiap engkau memberi, maka engkau akan menerima tanpa meminta sekalipun."
![]() |
| sumber gambar twitter. |
Terimakasih si kakak yang udah nyemangatin saat itu. Big hug for you. Dan, untuk temanteman yang terus memberi cobaan juga hikmah di tiap jejak langkahnya. Semoga Allah mengampuni dan menjauhkan kita semua dari fitnah dunia dan fitnah akhirat.
___
Sepanjang 18-23 Ramadhan 2017M.
seorang pembelajar - diah a. said
Kendari, 17.6.17 | 12.54 pm


Komentar