Menghimpun Semesta (2)
Tidak ada perkataan khusus untuk memulai. Ini pijakan pertama untuk mimpi yang terpendam.
Tidak ada ritual khusus untuk bermimpi. Itu ajaran sedari dini; belajar.
Tidak ada harapan khusus untuk berkata. Mari berdoa.
***
Kendari - Makassar - Jakarta - Bogor
Long trip for the biggest dream: Pengelana.
Tidak cukup baik untuk mengatakan bahwa saya adalah pengelana tetapi itulah saya. Saya dapat berkeliling seharian tanpa memerdulikan bagaimana kondisi sekitar terutama krecekrecek koin dalam kantung yang nyaris bolong.
Tidak cukup elok pula jika saya adalah pejalan sementara di satu sisi beberapa jiwa yang berlainan menatap sinis. So, what must i do?
Saya akan terus berjalan. Terus bercerita. Terus menatap. Why? Cause i'm an observer and thinker.
"...dengan berjalan, menatap sekitar saya merasa ketenangan. melalui cara bertatap, saya belajar mengasihi dan dengan diam, menjadi tegar dibalik kecemasan."
(dy)
.
.
.
.
dy a. said
Kendari, 8 Oktober 2016 | 9:00 am

Komentar