siklus rindu sembilan hijriah

dan waktu tak pernah bisa berbagi ruang, apalagi berbagi cerita. maka, saling mencarilah mereka, berusaha menggenapi satu sama lain. hingga satu titik, dipertemukan. (*)

*** 

lautan di seberang nampak tenang. pucuk tiangtiang penyambung daya listrik kokoh menampakkan diri. deretan panjang berwarna hijau dari jauh terlihat kehitam-hitaman agak condong ke lumut. bunyi motor, mobil, juga musik menjadi satu ritme yang tak dapat dihindari untuk pusat kota madya. klakson sesekali terdengar, baik ingin mendahului, iseng, atau bahkan mengingatkan: 'Woi, jangan terlalu pelan bawa motor'. Semua menjadi satu pemicu, mengapa kota ini harus dan haus akan keramaian.

Mengapa?

*** 

lagilagi dia duduk seorang diri. menatap punggung orang yang lalu lalang dan tersenyum payah. jemarinya sesekali mengutakatik ponsel dengan casing gold juga mengecek laju pengunduhan beberapa film terkini. haha, dirinya nampak sok kekinian. tetapi, dia tetap hanya dia. bukan dia. dia yang terus mencari. ini kali, gema takbir tiap malam mulai terdengar. bukan hanya masjid saja sebagai sumber suara melainkan tivi-tivi dengan layar berbagai warna mulai pelosok hingga kota kembali menyapa pemirsa dengan aneka suguhan pariwara khas ramadhan. yaaa... tak terasa. bulan yang dimana anak-anak berbahagia karena akan kecipratan angpao juga baju baru, kue baru, makanan baru, hingga tahun baru. betapa, he've many lovers.

INI adalah kisah anakanak. Yang bercerita tentang perjuangan legit kekanakkan.

Ramadhan atau bulan puasa menjadi hal istimewa bagi mereka yang menjalankanNya. Saat dimana, umat muslim mulai berlomba-lomba dalam segala hal. Selain perihal ibadah yang dipacu agar terus melesat dibanding hari biasa, ada hal lain yang menjadi maskot ramadhan. apa itu? hayooo apa... mantemen pasti ingetkan... kalau ramadhan makanan yang ada itu pada enakenak. wkwkwk. walaupun makanan yang disajikan di atas meja adalah makanan yang biasa di santap sehari-hari tetapi menjadi nikmat ketika kita duduk memakannya bersama. tak hanya itu, aneka kue atau 'takjil' yang sukar ditemui akan menjadi makanan wah saat ramadhan tiba. itu mengasyikkan. sungguh, itu menyenangkan.

aneka es pisang ijo pelbagai rasa, kue kering, hingga kue tradisional menjamur di sepanjang jalan dan pastinya, akan ada satu area khusus yang menjadi tempat mangkal untuk ngabuburit. its fun (i like it too :)). kita bahkan dimanjakan dengan sajian berbuka gratis yang dilaksanakan oleh panitia berbuka masjidmasjid. untuk ini, biasanya kaum ibu yang lebih dominan mengurusnya. kaum bapak kadang bertugas mengantarkan ke masjid. hehe, tetapi itu tetap menyenangkan. bagaimana kemudian ketika bulan puasa, anakanak yang biasa malas ke masjid lebih semangat untuk mendatangi masjid walaupun sekadar bermain-main iseng sembari menunggu waktu berbuka. yang deg-degan biasanya anak-anak sih. bahkan sekarang pukul berapa lewat berapa mereka mengetahuinya. itulah salah satu kelebihan anakanak di bulan nan suci; menjadi lebih wah.

bagaimana kemudian anakanak belajar untuk sabar.
(1) sabar dari amarah,
(2) sabar dari kehausan yang mendera (anak cowok terutama yang suka main bola kaki harus menahan kakinya agar tak berlebihan bermain),
(3) tangisan cacing di perut harus lebih disikapi dengan bijak,
(4) menahan aroma masakan ibu yang baunya begitu wah,
(5) menahan telinga dari obrolan yang membikin emosi (hehe),
(6) menahan tangan untuk menjahili dan mulut untuk berkata kasar,
(7) menahan mulut untuk tidak menangkup air sbg pelepas dahaga saat wudhu (wkwk), and
(8) menjaga pandangan dari aneka jajanan yang berseliweran sepanjang jalan; the most important
(9) melatih diri untuk lebih bijak me-manage waktu.

sebenernya, gak hanya anakanak aja. dewasa pun tak luput. tetapi, manajemen/controlling orang dewasa kan beda ya sama anak-anak. well, anakanak yang terbaik saat bulan puasa.  bagaimanapun mereka adalah alasan mengapa masjid tak pernah sunyi. mereka adalah alasan mengapa menjadi anakanak menyenangkan sebelum akhil baligh. mereka adalah alasan mengapa anak-anak tak boleh dilarang memasuki masjid. sebab mereka adalah generasi mudah yang harus dituntun.

betapa beda ekspektasi anakanak dan dewasa ketika ramadhan. anakanak dengan agenda riang suka dukanya, sedangkan dewasa pencapaian target untuk berlomba dalam kebaikan. 


menjadi alasan untuk seseorang tersenyum tidaklah mudah. anakanak harus bersikap baik agar ibu selalu tersenyum. bagaimana menahan diri agar tangis ibu tak pecah. bagaimana bijaknya orang tua membangunkan sahur anak agar dapat melingkar bersama. suatu kebiasaan jarang. lalu beraktivitas seperti biasa hingga waktu berbuka datang. semua menjadi hal menarik untuk dibahas saat ramadhan.

hal mengesankan biasanya selain menu ramadhan dan kesabaran adalah harus siap mengejar para ustadz yang terkadang 'melarikan diri' dari amukan siswa. bahkan, anak lelaki yang tentu kekuatannya lebih akan menghadang atau meneriakkan sebuah kode bahwa ustadz 'lari'. Otomatis, buku agenda ramadhan tak ada yang menanda tangani. juga tingkah usil lainnya, tak mengikuti tarawih tetapi menyimak kultum di televisi yang disiarkan oleh stasiun tivi kemudian meminta orang rumah untuk menanda-tangani. its so funny.

*** 

tidak akan habis cerita tentang ramadhan. bagaimana 'alim'nya para anak ketika siang dan 'badung' ketika malam. bagaimana satu dua jamaah berteriak kehilangan sandal. anakanak berlarian saat ibu bapak khusyuk menyimak ceramah. tentang keasyikan satu dua ustadz hingga berceramah nyaris dua jam. membikin isya dan tarawih dilejitkan seperti turpedo mengangkasa. tetapi, itulah ramadhan. apapun yang terjadi, ketika para kanak mendewasa, akan ada anak-anak lainnya yang tetap meramaikan masjid. akan ada ibu dan bapak yang menyiapkan menu berbuka serta merapatkan penceramah dan berusaha semaksimal mungkin agar shaf-shaf tidak berkurang menjelang idul fitri semakin dekat. hhh, ini biasanya kerjaannya para ibuk.  

waktu yang ada, dijalani pada kuadran. semangat terkadang kembang pun kempis. seperti matahari yang terkadang terik, sesekali teduh, bahkan tak muncul sama sekali. ramadhan tentu adalah jalinan peristiwa-peristiwa untuk tiap diri dalam melakukan safar sebagai seorang penduduk bumi.

betapa menyenangkannya hidup ini. mendengar suara anak di masjid, melihat anakanak yang tak pernah berkumpul bersatu dan tertawa bersama, melihat ibukibuk yang jarang bertatap menjadi satu dalam jamaah, juga melihat bagaimana riuhnya jalanan ketika itu.

maka, hidup hakikatnya harus dimaknai. agar terasa menyenangkan. bukan diratapi. jika merasa hidup ini rumit, iya emang rumit. rumit karena gak dimaknai. bahagialah ketika bersama anakanak yang lucu. jangan melarang terlebih memukuli jika masih dapat diberi nasehat. they'r the gold generation for us.

***

gaes, itu masa lalu. hanya dapat dikenang. punya cerita ramadhan? yuk, mangga di share. sementara ini, kotaku akan diguyur hujan keras (lagi).



Bayangkan,
ada berjuta bulir air hujan yang jatuh di atas air kolam, membuat riak..
Jutaan rintik air yang terus-menerus berdatangan, membentuk riak, kecil-kecil memenuhi seluruh permukaan kolam…

Begitulah kehidupan ini,
bagai sebuah kolam raksasa.
...
Seseorang yang memahami siklus sebab-akibat itu,
Seseorang yang tahu bahwa kebaikan bisa mengubah siklusnya,
Maka dia akan selalu mengisi kehidupannya dengan perbuatan baik..
Mungkin semua apa yang dilakukannya terlihat sia-sia,
Mungkin apa yang dilakukannya terlihat tidak ada harganya bagi orang lain,
Tapi dia tetap mengisi sebaik mungkin... (DTL)


diah a. said - seorang pembelajar 
Kendari, 19.4.2017 | 12: 05 pm 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a