sakura dan hujan

waktu berlalu begitu saja. barangkali saya yang berlalu dan terlalu tak ambil pusing dalam segala hal. tidak ada yang tahu, siapa pun tidak. jika pun ia, maka saya lalai.

januari, februari, maret, dan kini april memasuki pekan pertama. saya tidak tahu banyak hal hingga mengingat nama hari pun sulit rasanya. saya suka linglung mendadak dan semakin sering bertanya, "hari apa ini?" atau tetiba meng-sms, "kita gak ada janji kan?". Seperti itu waktu, membunuh dan tak sakit. berangsur tetapi pasti; menusuk. membunuh.

seperti biasa, saya menyukai bulan ini dan bulan sebelumnya, juga bulan sesudahnya. mungkin ini karena sakura di negerinya yang kuncup sepanjang waktu penghujan di negeriku. juga, tentang curah hujan di negeriku yang mulai membikin kesal ibu-ibu pun orangorang yang keseharian kerjanya tak ingin diganggu hujan. hujan. hei, itu menyenangkan bukan?

saya tidak tahu mengapa menyukai sakura yang tak pernah saya lihat dan mencintai hujan yang selama ini membikin banyak orang kesal. ataukah saya barangkali yang mengesalkan? ha ha. mengutip di salah satu artikel yang pernah saya baca, sakura adalah lambang kehidupan samurai (salah satunya). sebab ia mekar di waktu yang singkat dan tiap samurai mekar di waktu yang matang. yaps, para ksatria gugur di puncak kematangannya sementara jiwanya mengabadi dengan keindahan.

sedang hujan? siapa yang tidak mengenalnya. bahkan di antara sekian yang tidak menyukainya, masih banyak yang mencintainya. hujan perlambang kesuburan di tanah yang gersang. hujan perlambang cinta bagi yang sedang bersuka cita. banyak jiwa yang tengah bersedih dan ketika bertemu hujan, mereka akan merengak lalu bermain hujan sesuka hati. saya pun begitu, terkadang. saya tidak malu mengatakannya, itu fakta temans.

saya kadang tidak ingin berteduh di kala hujan. membiarkan seluruhnya basah bahkan jika tak mengingat ranselku berisi laptop dan satuan berkass, saya akan berada lebih lama lagi bersama hujan. bersamanya ada berkah. saya tahu, hujan adalah salah satu penghubung antara penduduk langit dan bumi bahkan teman-teman seperguruan yang menimba ilmu sama-sama mereka pun tahu di balik hujan ada apa. maka itu, jangan mencela hujan.

hujan dan sakura. samasama menebar bahagia. ada banyak suka dan cita yang membersamai. aku mencintai sakura, dengan indahnya harumnya juga kedermawanannya. aku menyayangi hujan dengan kerendahan hatinya. sakura mampu menjadi pelipur. hujan mampu mencipta pelangi.

hujan dan sakura membuatku belajar. belajar untuk terus meniti waktu. menghargai waktu dengan baik. seperti sakura, yang mekar di waktu yang tepat dan selama itu berhimpun menghimpun energi untuk berkhidmat maka seyogyanya saya yang mengakui mencinta dan ingin menemu sakura harus dapat mengambil hikmah dari keberadaannya dengan tidak sekadar menjadi pengagum. menikmati momen yang indah juga bersyukur atas karunia itu. 

hujan dan sakura melakukan sesuatu yang terbaik di tiap kedatangannya. mekar dan mewangi seindah sakura. will you?
___

satu hal dari sakura dan hujan:
orang orang
di
luar
sana
tidak
peduli
bagaimana
kamu
memulainya
mereka
hanya
melihat
bagaimana
kita
mengakhirinya
.
___

sakura dan hujan:
bahagia adalah ketika kamu tidak tertawa sendiri melainkan membagikan kebahagiaan itu untuk orang lain; juga.
___

teman, ini tentang sakura dan hujan juga hujan dan sakura. tentang hujan. tentang sakura:
Di dunia ini kita hanya punya dua teman,
1. Allah; dan
2. Orang yang mengingatkan kita akan Allah.
___


“Dan sesungguhnya tiap-tiap org tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yg diniatkannya)." (HR. Bukhari)


kendari, 3.4.2017 | 7.24 pm
dy a. said
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a