berbenah, menetaskan mimpi, mengelak kemalasan.

penulis dan karyanya adalah jodoh. (anonim)

saya tergelitik sepagi ini. di saat tetangga sebelah sibuk menghafal teks yang menjadi perkiraan jawaban ujian, teman lainnya sibuk menggeser jemuran kawanan lain, juga cicit burung yang selalu berbunyi. pagi berkabut, komando Iwan Fals tentang 'kemesraan ini janganlah cepat berlalu' menggema. 

deretderet buku bersampul merah terbayang. sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, wkwk... sedikit berbangga bahwa saya telah  merampungkan sebuah calon proposal tugas akhir. saya tinggal menyiapkan amunisi keberanian untuk menemui kembali dosen pembimbing juga merampungkan dapus yang genap enam bulan saya abaikan. hag hag

nyaris sekelas saya telah menyandar gelar impian plus plus. yaps, gelar sebagai sarjana pendidikan juga sah sebagai istri. wiii... teguran silih berganti. ada bahagia dan sedih tentu melekat. banyaknya kepercayaan dan doadoa beriring dipatahkan oleh rasa malas. manusia memang erat bersahabat dengan malas. saya belum mampu bahkan men-jewantah-kan-nya. ada satu yang hilang jika saya lekas bergerak pula untuk mengejar gelar. tepatnya, november tahun lalu menjadi satu titik perenungan besar-besaran bagi saya pribadi. selain sok sibuk mengurusi urusan di lembaga-lembaga yang saya pilih tanpa paksaan, saya sadar di antara semua itu ada yang saya lakukan sekadar mengisi kekosongan akibat keprihatinan tanpa menghasilkan karya apapun  selain mengumpul pahala 'masa depan'.

saya drop hebat. tiga tahun enam bulan berada di kampus dan sok sibuk dengan hal itu sehingga otomatis 'akademik' saya tertinggal.  JAUH. saya diam. cukup lama. hingga akhirnya, setelah mengevaluasi dengan baik, saya sadar banyaknya bibit yang tumbuh harus segera diberdayakan untuk menghasilkan tunas.

saya tertawa terbahak. menertawakan orang-orang yang selama ini bertanya, jika kamu ingin pergi maka kamu harus meninggalkan seorang yang sama sepertimu. sementara mereka? ahaaa... dadu terlalu indah untuk dilempar dan dikocok untuk menghasilkan kombinasi yang baik. maka, menepi adalah hal  terbaik dengan tetap berada di belakang layar.

___

si malas dan karya yang tak kunjung usai.
apapun yang kamu lakukan, sesibuk apapun kamu dengan segala aktivitas yang kamu geluti, jangan meremahkan kreativitas serta segenap prestasi yang dapat kamu raih selama 'masih muda'. saya menyesal luar biasa atas ketertinggalan saya di segala bidang. ada alasan khusus dan orangorrang khusus yang hingga 'ya sudahlah' mereka tetap mereka tanpa perlu 'disangkut pautkan dengan masa depan'. saya menarik satu kesimpulan: jangan terlalu baik, jangan terlalu rajin, jangan terlalu malas. 

selaraskan segala agenda. akademik dan organisasi. prestasi akademik oke, organisasi maju. tidak berat sebelah sehingga pemenuhan 'CV' terpenuhi. tidak menampik, kita butuh itu untuk 'menjadi sesuatu' kelak. dan, itu menjadi poin.

namun, penyesalan tetaplah penyesalan. calon proposal saya berdebu. beberapa kali saya bahkan memimpikan dosen pembimbing (Barangkali inilah rasa bersalah yang mulai meluap layaknya sungai wanggu di kala banjir dua pekan lalu). berdoa dan berusaha adalah jalan terbaik. penulis yang baik akan menghasilkan karya. menyelesaikan tulisan yang dahulu telah di mulai. menulis tugas akhir bukan sebagai penunai kewajiban untuk sekadar menjadi S.Pd melainkan sebagai satu abdi pada masyarakat atas apa yang disemai selama berada di bangku perkuliahan. bukankah ketika telah berada di tengah masyarakat, ex mahasiswa dituntut untuk serba bisa?

____

teman : kenapa lama sekali?

saya    : saya belum menemukan alasan mengapa saya harus cepat selesai selain memburu gelar dan menyudahi status mahasiswa.

teman  : kamu janji bulan tiga sudah maju proposal? ko mo kejar bulan Lima.

saya    : kan insyaAllah. bukan iya, bulan tiga. makanya doakan juga saya, janganmi kepo saja.

teman1: tobatko, di ceramahi pagipagi.

teman  : iya, pale. jadi kapanmi?

saya     : secepatnya.

well, si teman sudah melenggang menuju tahap skripsi dan teman1 akan segera maju proposal. saya? masih bertahan menggenapkan apa yang bisa saya lakukan. belum ada langkah praktis selaku mahasiswa yang menerapkan apa yang telah saya pelajari. saya sadar, selama ini hanya kuliah-organisasi tanpa memerdulikan prestasi.

maka, tersenyumlah. tetaplah tegar, tetap penuh cinta menyelesaikan segalanya. badai pasti berlalu.

___

kamu, tetap berprestasi. berkarya. jika kelak di tanya siapa pemuda berprestasi itu? maka, jawablah: dia anak muda Sultra dari Kampus Hijau.


___

sudahlah. mentari meninggi. si malas yang tetap tersenyum tiap di tatap teman yang sinis nan gemas sebab si malas tak kunjung bergerak sesuai harapan. karyanya usai di tangannya sendiri, tak kunjung berakhir di meja jurusan. hag hag.

mari berbenah. menepati janji. merealisasikan impian tanpa berburuk sangka pada hal lain. cukup satu; sebelum kau benar-benar pergi dan meninggalkan cerita lama di buku merah. sebelum kau membuka lembar baru, tentu bukunya pun baru.

mei semakin terkikis. juni mulai nampak bebauannya. woh, hidup ini keras. siapa yang hendak bersanding?

___



bagi sebagian orang, kuliah hanyalah sebuah rutinitas mengejar gelar demi status. namun, bagi saya pribadi... kuliah adalah sebuah ladang. kau dapat menanam, memumpuk, memanen, dan terus menerus mengoptimalkan  tanah untuk senantiasa gembur di waktu yang berbeda.

kuliah bukan permainan tetapi dia adalah permainan. kuliah adalah cinta juga benci. kuliah adalah kamu dan aku. ada yang mudah meraih, ada yang sulit meraihmu(ku).


___

Kendari, 24 Mei 2017 ~ dy a. said | 9.10 am 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a