04 09 1438H
![]() |
| Masjid Agung Al Kautsar Kendari. Doc: pribadi |
Keduanya tak duduk jauh dariku. Sembari mereview apa yang dipelajari saat ngaji tadi, mereka saling share tentang puasa di hari ketiga ini.
Lucu, menggemaskan. Ketika para kanak bertemu untuk membahas ini itu lalu mengomel. Saling menuduh satu sama lain memperlihatkan kekhawatiran yang diakibatkan dari bercakap.
"Kalau saya tadi puasa setengah hariji. Na bilang mamaku, setengah harimi saja. Tahun depanpi baru puasa penuh." Kata anak berbaju putih
"E... bisanya begitu pwa. Harusnya ko puasami satu hari." Timpal baju pink.
Tak lama kemudian, datang seorang anak lelaki bertubuh gempal menanya putih. "Eh, ko puasaji?"
"Iya, setengah hari."
"Haha, setengah hari tapi da makan lagi jam 4 tadi sebelum mengaji."
Akhirnya, dia diledek. Bagi saya ini hal menggemaskan. Namun, bagi si adik ini sebaliknya.
Dengan nada gusar dan sedikit lagi akan menangis (kayaknya karena beratmi suaranya), "Batalmi puasaku. Ko tanggung dosaku!" katanya lalu menunjuk baju putih.
Barangkali yang dimaksudnya dengan itu adalah si teman itu menanggung dosa batal puasanya karena beberapa detik kemudian dia menangis.
Flash back masa lalu. Akan ada jiwajiwa hero yang menenangkan seorang yang menangis. Tangis anak itu tidak reda untuk waktu yang cepat. Sebenarnya aku tidak melihatnya menangis tetapi melihat gelagap kedua tangan yang kerap menggosok mata, akhirnya aku yakin bahwa dia sedang menangis.
___
"Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. 2:185).
___
Masjid agung al kautsar.
Kendari, 29 Mei 2017
17.04 wita ~ menjelang berbuka

Komentar