03 09 1438H
Tanggung. Jawab. Tanggung Jawab
___
___
Perihal hujan yang turun sepanjang sore lepas Ashar menjelang Maghrib hari ini, kitabkitab anak gelisah. Merajuk ingin terbaca. Pada mata papa nan malang, teknik skimming dan scanning tak purna digunakan.
Bukan tentang itu. Alhamdulillah, 2 ramadhan telah terlampaui. Maghrib diiringi beduk; waktu berbuka telah tiba dan waktu pergantian waktu berdasar penanggalan hijriah menyapa.
Selalu ada yang baru; untuk segala hal yang telah dengan begitu berani kita mulai. Bukan tentang aku kamu tetapi kita. Tak hanya kita tetapi Dia pun terlibat.
Maka, mulailah untuk bertanggung jawab atas apa yang telah di mulai. Konsekuensi merupa remah jamu dan rempah. Tak ada yang mudah bagi yang belum meyakini. Tak ada yang sulit bagi yang telah meyakini.
Innallaha ma'ana.
Ketika Zakaria a.s dan kekasih bersabar menanti amanah Sang Khalik, maka disitulah kesetiaan diuji hingga kemudian Maryam menjadi pelengkap Baitul Maqdis lalu seorang bayi mungil memekak seantero Zakaria a.s juga kekasih. Semakin diuji dengan bertamunya makhluk yang tercipta dari api hingga kematian. Maka, apa yang terjadi?
Sungguh tanggung jawab itu berat adanya. Ada kalanya lau terhempas. Jatuh. Terseok. Atau bahkan gigil tanpa gigi yang gemeretak. Olehnya, yakini yang kau perbuat bahwa itu baik dan kau akan menyelesaikannya hingga akhir. Tak benar tuntas. Tak benar sepenuhnya. Sekadar berusaha sesuai kemampuan. Untuk siapa?
UntukNya.
"Maka apabila telah selesai dari satu urusan, berpalinglah selesaikan urusan lainnya." (Qur'an)
__
dy a. said
Kendari, 28 Mei 2017 | 22.16 pm
Komentar