Once Upon a Time (1)

Kadang, kita harus menemu orang hebat. Bertemu orang hebat bahkan jauh lebih hebat. Sebab beberapa prestasi atau pun sebuah prestasi dapat membuat seseorang menjadi 'merasa' lebih. Ya, lebih dari yang lain seakan di sekeliling tak ada yang dapat menyaingi tingkat ke-sukses-an-nya.

 Menjadi seorang diri di tengah keramaian merupakan salah satu bentuk kebekuan atau membekukan dri. Membentuk sebuah julangan. Olehnya, dalam syariat pun dikatakan jika sudah berada di atas jangan lupa menengok ke bawah. jika sudah di atas, jangan lupa: di atas langit masih ada langit.  Percaya diri atas pretasi yang diraih, boleh. sahsah saja. Namun, tidak dengan mengurung dalam keyakinan: I'm.

Kita perlu meruntuhkan kepercayaan diri yang berlebihan. Tumbuhkan ikhtiar. Usaha dan doa yang seimbang. Teruslah berjalan walau lambat karena bersama. Teruslah berlari walau sesekali terhenti  karena harus sering menengok kawan lain. Teruslah bergerak walau sesekali berdiam karena kelelahan fisik.

Pada suatu waktu, kita tidak pernah tahu dimana Tuhan menyimpan dan menyiapkan keajaiban untuk kita. Meski tertatih, pergeseran serta pergerakan ke arah lebih baik harus terus ada. Bumi senantiasa berputar mengakibatkan siang dan malam. Perbedaan waktu sana sini. Hukum alam yang begitu baaanyak dan lekat dengan kehidupan.

Pada suatu waktu, kita tidak pernah tahu dimana Tuhan merahasiakan ceritera-ceritera para makhluk. Sebab yang terbaik dari pilihan-Nya untuk para jiwa bukanlah pilihan yang diharapkan para jiwa.

***

Good friends are like a stars. You don't always see them, but you can be sure that they're always there.
_KS_

.
.
.
.
.
dy a. said
Kendari, 1 November 2016 | 7:20 am   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a