mencari yang hilang

Hai, Kampus. Long time no see. Tepatnya, FKIP long time no see you, dear.


Gazebo FKIP 3.20pm


Jadi, hari ini saya ngampus lagi setelah sekian lama gak ngampus. Hehehe. Cukup menyedihkan. But, seperti biasa... Ngampus sekadar ngampus. Ga ada hubungannya dengan akademik sama sekali. Saya hanya berlari dari kenyataan. Menghindari tangis yang tak berkesudahan. Haha.

Saya mewek lagi. Karena itu, kamu harus kuat, Diah!

Lepas percakapan panjang semalam, banyak uapan juga luapan mengapung. Ini seumpana bubuk coklat yang ingin kamu minum, tetapi kamu tak mengaduknya dengan benar sehingga menyisan buih menggumpal di lautan coklatmu. Kamu terlalu berbahagia dan lupa bagaimana cara mengaduk dengan benar.

Ini hari Jumat. Kampus memang sepi di hari Jumat. Dan, Jumat depan bakal sepi lagi. Setidaknya saya bahagia, sebab insyaAllah Jumat pekan depan berjumpa dg Ied Adha. Yey, HAPPY IED MUBARAQ, GAES.

Kenapa perempuan lebih mudah menangis? Sedih? Marah? Bahagia? Juga mengungkapkan jutaan ekspresi lainnya dalam sesaat?

Kenapa perempuan lebih sulit menahan cemburu, lebih sulit jatuh cinta, lebih sulit berkata A, lebih sulit bersikap rasional?

Kenapa perempuan dapat diandalkan dalam hal multitasking?

Kenapa perempuan dapat melaksanakan komponen kehidupan seperti hamil, melahirkan, dan menyusui?

Kenapa perempuan selalu menang dan lelaki selalu kalah dalam konteks kebersamaan?

Kenapa perempuan lebih ceriwis dan lelaki dapat mengemukakan gagasan utama ke-ceriwis-an itu hanya dengan menggunakan satu kata?

Kenapa... Kenapa... Kenapa... Kenapa
Jangan tanya kenapa, tanyakan: Mengapa?
___

Jumat ini saya kembali. Memungut rindu dan menatap orang dengan mata sembab saya. Haha.

Saya selalu menyukai tempat ini. Tempat dimana saya dapat mendengar banyak hal, bunyi pita suara, mode berpakaian orang, tatapan orang, juga kendaraan yang posisinya selalu berbeda di tiap harinya, serta sekelompok dedaunan berbeda pohon yang pasrah angin menggugurkan daunnya.

Setidaknya, ini hari Jumat dan saya menyukainya. Saya harus meluapkan segala kebahagiaan agar tak mengingat hal yang sedih. Tetapi itu tak bisa. Sebelum menyapa tempat ini, terlebih dahulu saya menuntaskan janji dengan seseorang di fakultas sebelah.

Di sana pun banyak hal saya jumpa. Mulai dari dengkur lelaki, celoteh hawa, murottal, suara game zuma, burung yang bercuit, suara cempreng khas seseorang di balik hijab (entah siapa dia suaranya tak asing) dan tetes air kran.

Banyak cerita di Jumat ini.
Dan, akhirnya saya bisa berbagi cerita.
Kamu suka bercerita?
Kalau gak, ya udah. Tapi, kamu ehm...
Lupakan!
___

Saya harus mengusir kebosanan dan kesedihan yang melanda. Wkwk. Wah, si bapak stempel lewat. Haha. Dia baik. Ramah. Saya suka jika ingin menstempel dan ada dia. Seenggaknya, dia melakoni perannya dengan baik. Wkwk

Ada lagi. Dua orang gadis bersama seorang lelaki di belakangnya. Serta deru motor matic di bawah pohon depan Aula. Motor yang akan pergi dan motor yang baaaaru saja datang.

Seperti ini dunia kampus. Saya bahkan lupa pada apa yang akan saya tulis. Apa yang saya akan lakukan juga ketika tiba di tempat ini.

Selain itu, desing nyamuk mulai menyapa. Satu, dua, tiga... lebih dari tiga ekor. Satunya mengenai pipiku. Lainnya mengena jaket yang saya letakkan di atas meja gazebo. Lainnya berputar-putar mencari zona nyaman.

Sore ini tetap sama dengan sore lainnya. Yang membuatnya berbeda adalah latar yang saya gunakan. Yang membuatnya berbeda adalah detik ketika matahari tenggelam dan 'teletubbies mulai berpisah'. Haha

Apapun itu, semua perasaan yang ada diakibatkan oleh hati bukan?

Maka, hati-hati dengan hati. Jangan sampai terlena oleh hati dan kau terjerembab dalam lautan luka dalam. Tersesat kemudian tak tahu arah jalan pulang. Aku tanpamu, butiran debu.. (malah nyanyi 🎢🎡)

Ini serius:
Hati-hati dengan hati. Jika hati tak terkoneksi dengan baik, maka ia akan korslet. Bukan korslet, sebelumnya ia akan redup dahulu. Lalu, rutinitasmu akan semakin runyam. Kreativitasmu membeku. Kemudian, kau tahu apa yang harus kau lakukan.

Hatihati dengan hati. Jika hati tak benar kau pasang kedudukannya, maka cahayanya tak akan pernah terlihat. Kau selamanya tak dapat melihat indahnya warna yang tak berbilang jumlahnya itu. GELAP!

Hatihati dengan hati. Jika hati tak jeli kau lihat bentuknya, maka bukan hanya gelap yang kau rasa tetapi hatimu sama sekali tak akan berfungsi.

Hati hati. Jaga hati. Jangan lupa disiram.
Jangan lupa bahagia.
Dan, kamu Diah: be stronger and keep on fire, Dear.
___

Khoirunnas anfa'uhum linnas.
.
.
.
.
.
diah a. said - seorang pembelajar
Kendari, 24 Agustus 2017 | 4:20pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a