cause a reason... (2)
![]() |
| sbr gambar. doc pribadi penulis: taman faperta uho |
"
dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan)
duniawi.
"
-QS. al-Qashash: 77
karena sebuah alasan, seseorang dapat menjadi kuat. maka, menjadilah kuat karena alasan-alasan mulia. karenaNya.
sebuah refleksi. awal tahun 2014, saya mulai menyusun apa yang namanya tugas akhir. saya mulai mencari literatur-literatur dan utamanya, apa yang akan saya lakukan dengan tugas akhir nanti. semua berjalan begitu saja. penyusunan TA walau masih begitu sederhana, pelaksanaan program-program lembaga, akademik, dan amanah lainnya. nyaris tidak ada hambatannya.
tidak terasa, memasuki pertengahan 2016, ketika teman-teman bangku kuliah mulai memasukkan judul penelitian pada program studi/jurusan, saya masih berkutat dengan hal lain. blangko judul yang telah saya miliki sejak 2015, terabaikan (entah, saya lupa menyimpannya dimana). pasca KKN, Agustus 2016; semakin banyak teman yang mulai menyusun dan mendaftar untuk melaksanakan seminar proposal. saya masih anteng mondar-mandir, hehe.
jurusan : kamu mana judulmu?
me : belum, pak.
jurusan : diah, bikin apa di kampus?
me : dari perpus, pak.
jurusan : teman-temanmu majumi. sendirimu mi e.
me : hehehe.
jurusan : manami judulmu. apako urus?
me : ini, pak.
...
..
jurusan : saya tunggu pertanggung jawaban di ujian.
me : baik, pak.
sering sebenernya menghindar dari ruang jurusan kalau ke kampus tetapi sampai kapan? haha. terlebih jika bertemu dosen pembimbing akademik, saya bakal ngacir atau bahkan jika berpapasan bakal salah tingkah. oh my god!
inilah kekuatan bagi saya untuk menjalani hari. saya harus menjalankan agenda-agenda yang telah saya sepakati sebelumnya. tidak untuk menghakimi agenda tersebut dan melayangkan jurus praduga bersalah pada orang-orang disekitarnya. bijak memahami takdir atas masa yang penuh karya. sebab di balik semua itu, ujian tentu hadir. maka, amanah selama di kampus adalah ujian bagi saya.
teman : e wa gadis, apakah ko urus?
me : biasa, casting! (haha, sambil tersenyum dan bertanya sudah sampai mana TA si dia)
teman : wisuda di undur bulan Lima. kamu bisaji?
me : insyaAllah, doakan saya bisa menyusul kalian nah.
teman : kamu pasti bisaji.
me : iyo tauwa... sarjana mi.
teman : haha, kau? berapa anakmu ko uruskah? sibuksekali.
gaes, sebenernya kesibukan itu tergantung persepsi kita seh. jujur, selama ini saya tidak merasa sibuk. 'hanya sok sibuk'. saya betah dengan segala rutinitas saya. saya anteng aja ngelakuinnya. saya percaya, saya akan selesai tepat pada waktu yang telah ditentukanNya. bukan semau saya aja. but, cukup memposisikan diri sebagai seorang yang lain jika dihadapkan dengan orang-orang yang betah 'berlamalama' di kampus dengan alasan amanah. ex; ga ada penerus; masih belum berkarya dengan total; nanggung lagi beberapa bulan amanah selesai; kasian umat ga ada yang ngurusin. buat saya, merasa penting boleh, tapi jangan terlalu banyaklah takarannya. percayakan pula amanah pada lainnya. banyak kok yang pasti siap diberdayakan. kalau yang tua di kampus masih ingin diberdayakan di kampus, lah yang muda gimana? lets check our niat. -_-
umat, amanah, dan diri pasti akan ada yang ngurusin.
"
at times Allah tests us, its not to reveal our weaknesess
"
cause a reason; saya harus mencicil semua agenda-agenda kecil untuk agenda besar. alhamdulillah, lingkar agenda selalu mengingatkan padaNya.
bahagia itu sederhana. dengan mengapresiasi diri di tengah keterbatasan dan mengapresiasi orang lain yang tetap mempertahankan jati diri agar tidak terasing di tengah masyarakat. benar, bahwa saya mengabaikan TA yang telah saya susun sejak 2014-2016. Awal 2017, saya baru bergerak untuk mulai mengusul judul pada pembimbing akademik, jurusan, hingga menyusun penelitian. step by step terlewati. masih ada steps lainnya. memutuskan untuk 'menjadi' adalah keputusan bijak. menjadi, menapak, menebar, menyemai cita 'untuk merdeka'.
biarkan malaikat Rakib mencatat amal baik diri. menjalani kehidupan dengan iman itu tidak mudah; syusyah binggo bo... sebab DIA adalah alasan utama atas segala pijakan, hembusan nafas, dan cita, maka tetaplah bertahan di saat diri ingin menyerah.
cause we've a reason: mengapa segala yang tidak mungkin menjadi mungkin... cause Him.
diah a. said - seorang pembelajar
kendari, 5 August 2017 | 9:29 am

Komentar