amanah itu rejeki


umi    : jadi amanah itu rejeki, kalau ada temen dateng ke kalian minta tolong, gak usah ditolak dan
            "sok" bilangin, 'ke si dia dulu ya'. kenapa? barangkali kalian itu orang terakhir yang
            didatengin. gak usah ke-pede-an lah nanggepin sesuatu.

jamaah (:D) : Jleb. Diem.

umi   : kadang, dalam struktur organisasi, kita butuh si dia tetapi 99 diantara 100 pengambil kebijakan
          tidak menyetujui kamu sebagai seseorang yang dibutuhkan itu. dan 9 dari 10 orang tetep ga
          milih kamu, padahal kamu satu-satunya. ya, ga usah sedih. amanah itu pertanggung jawaban si 
          dia kepada Dia dan kamu kepada Dia. gak dipilih, masih ada yang lain. dia yang rugi. seperti
          kata ama al-qalam, cukup jadilah 1 diantara 100 orang yang bertahan, 10 dari yang bertahan,
         1 dari 1 yang bertahan. mengapa? sebab dengan itu kamu menjadi berarti.

__

umi : tempat kemana kita pergi bakal nentuin dimana partner kita menjemput kita. kita gak pernah 
         tahu qadarullah. jalani apa yang telah dipercayakan. jangan salah langkah, ingat: sekufu itu 
         penting.

jamaah : sebagian ketawa(i), lainnya diem nyimak berusaha mengingat bahkan mencatat apa yang
              disampaikan umi.

simpulan temu kemarin: AMANAH.
                                       Amanah sbg anak mahasiswa, sbg anak gadis, dan sbg perempuan. 
                                       C O M P L E T E !
                                       Thanks Umi :*

__

nah, jadi kalau ada amanah dateng, jangan ditolak (ya,Diah). wkwkwk

pertemuan ahad lalu di sebuah ruang yang kini semakin besar (alhamdulillah terfasilitasi oleh birokrat kampus) menjadi sebuah alarm bagi saya pribadi. banyak poin yang terkumpul, hasil dari donasi waktu umi yang sengaja diluangkan untuk kami. jalan yang berat, jalan yang lurus tetapi tak mulus.

amanah mungkin bukan hal asing. diartikan ke bahasa indo, kepercayaan. saya tidak tahu dengan apa orang menilai suatu kepercayaan agar diberikan kepada si x, y, atau z. saya termasuk 1 yang sulit memberikan kepercayaan kepada orang yang telah mengecewakan dan sulit mengembalikan kepercayaan diri saya untuk bekerja sama dengan mereka. dan itu berlangsung hingga saat ini.

sebenarnya, hal yang tidak ingin saya bicarakan adalah amanah. itu membuka keadaan hati di masa lalu (haha). sedih? sekarang udah gak. saya percaya, setiap waktu yang berputar adalah ujian Allah untuk saya. Yakin bahwa ketetapan Allah adalah yang terbaik. 

di awal 2014, amanah ke-tiga setelah lulus menjadi mahasiswa yang terus berlanjut hingga kini adalah menjadi salah satu pengurus di salah satu lembaga internal kampus. amanah yang tidak pernah saya sangka akan datang menghampiri. hei, anak seumur jagung baru empat bulan di kampus udah diamanahin sebagai koordinator. saya gak seteres gimana coba? hehehe. namun, amanah tetaplah amanah... sejauh apapun berlari, dia tetap akan menghampiri. amanah yang membuat saya belajar 'untuk mendewasakan diri'; untuk 'menjadi seorang lain'; untuk 'menjadi'.

menjadi pemimpin lebih banyak mendengar dan bertindak dalam kesenyapan. amanah mengajarkan itu. mungkin pola pikir saya belum out of the box ketika menuliskan ini. bukan mungkin lagi tetapi memang, Diah.

dari perjalanan ini, Januari 2014- Agustus 2017, saya semakin meyakini bahwa ketetapanNya tidak pernah salah memberi arti. semua butuh waktu, diperlukan waktu untuk memahamkan diri agar tidak terlalu cepat menghakimi. 'barangkali' berbaik sangka adalah diksi yang tepat untuk tawadhu atas pilihan diri, ketetapanNya. hikmah akan diraih dimana saja, tergantung kita bagaimana menyikapi.
well, saya hari ini adalah saya yang lalu di masa lalu yang tertulis dalam coretan notebook saya. menunggu amanah atau menjemput amanah? pergilah, susurilah, dan temukan kenyamanan, bahagia, sesuai apa yang telah Ia takdirkan padamu.

"kebahagiaan hakiki
adalah
ketika kita terkoneksi dengan Allah.
Salah satu cirinya adalah apabila keinginan kita sejalan dengan takdir Allah."

Maka, amanah adalah tentang kontribusi yang menjadi bukti keberdayaan diri, dan hanya yang berkontribusi yang akan dianggap ada. Kita tak bernilai tanpa kontribusi. Berhenti melarikan diri dari diri sendiri. Kau akan semakin asing dan orang tak mengenalmu lagi. Ingatlah semua orang adalah hari senin yang senantiasa disibukkan diri sendiri. Berhenti menjadi Sabtu terlebih Minggu.


STRONG: Amanah itu rejeki. Amanah itu bukan diminta tapi kalau ia jatuh padamu, kamu harus percaya untuk mengembannya. karena buat Allah, persembahkanlah yang terbaik. percayalah, selalu ada kekuatan luar biasa di baliknya. 

AFRAID: Amanah gak akan syesyatin kamyu. Ingat QS. Muhammad: 7? Jangan khawatir. Bukankah Dia telah berjanji?

FEED BACK: Kebaikan yang kita lakukan, untuk diri kita sendiri sebenernya. -QS. Ar-Rahman: 60-

VALUE: Kita dikumpulkan bukan karena kekecewaan. bukan karena kemarahan. tapi karena ruhul mas'uliyyah. semangat pertanggung jawaban. sebab kita adalah pemikul beban. sebesar apapun beban yang kita pikul, sebesar itulah tempat kita kelak di akhirat.

"
ALLAHUMMA YASSIR WALA TU'ASSIR.
 

diah a. said - seorang pembelajar
kendari, 4 Agustus 2017 | 7.18 am 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a