Tentang Banyak Hal
Debu, deru, dan seru adalah saksi dimana kita menjalani sembari mempertentangkan beberapa takdir. Kita bukanlah sang pemilik roda, tetapi kendali tuas ada di tangan kita. Kerapkali, kita menyibukkan diri untuk berbagai hal yang tak perlu diurusi. Namun, bagaimanapun rasa ingin tahu ada. Apakah setelah itu bahagia atau terpaksa?
Memiliki dua belas penanggalan Masehi adalah hal membahagiakan. Bagaimana tidak, masingmasing memiliki rasa berbeda. Seperti ketika kamu memasuki mall atau menemui abang-abang es krim serta menanyakan berbagai rasa yang bahkan tak masuk akal. Itu ada. Kita secara sadar menghabiskan waktu dan kadang berpura lupa bahwa tiap bulannya terlewat begitu saja.
Membersamai diri--me time--, mengitari kota tua, menikmati hiruk pikuk Ibu Kota, menemani teman bercerita--berbelanja--, mencari kayu bakar, mendaki gunung, bahkan melihat anakanak membuka kertas contekan saat ulangan semester bukanlah sebuah kebanggaan. Kita hanya perlu mensyukuri setiap waktu yang habis. Semoga bernilai kebaikan. :)
Semalam, ada dua cerita. Satu tentang kota yang dipenuhi riakan petasan, riak knalpot, bahkan bebauan pembakaran--entah ayam, sapi, ikan, atau sampah--diselingi tawa sang pelaku; sedang di sisi lainnya terdengar kota yang didatangi kawanan air setinggi dada, pinggang, juga lutut dewasa. Betapa semua tidak akan terjadi tanpa kuasaNya. Is it right?
Tidak ada yang perlu dibagikan selain doa; termasuk pose di sudut kota dalam media sosial. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selain usia yang tentu bertambah semakin besar dan kerdil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selain kebermanfaatan diri. Kita akan terus melakukan perjalanan, bukan? Mengitari Bumi Sang Pencipta, menambah kilometer perjalanan.
Perjalanan tetaplah perjalanan. Yang diamdiam mengajari, mendidik, mengasah diri untuk menjadi lebih. Tidak sesumbar. Tidak berlebih. Maka berjalanlah di waktu pagi dan petang, dalam keadaan berat atau ringan. Semoga dimudahkan, gaes. :)
Oh, iya. Ini 2020, yak? Apa yang kamu inginkan dariku? Secangkir coklat hangat, sepiring cupcakes, sebutir harapan, semili kisah, setangkup pertemuan, atau ...? SEMOGA harimu menyenangkan. Semoga makin dekat denganNya. Tentang banyak hal--kita akan membagikannya nanti ketika bertemu--.
.
.
.
Indonesia, 1 Januari 2020 | 4:58 am

Komentar