dua januari



"
Hatiku tenang karena mengetahui
bahwa apa yang melewatkanku tidak  akan pernah menjadi takdirku
dan
apa yang ditakdirkan untukku
tidak akan pernah melewatkanku.
-Umar bin Khattab-


2 Januari 2020. 
Kemarin, riakan berwarna memenuhi langit bumiku.  Sisa petasan, derum knalpot, arang pembakaran, umpatan, tangisan, tawa, dan deras air terekam jelas. Butuh keikhlasan untuk melepas tahun bernama 2019. Di sana banyak hal terjadi.


Menjelang pelepasannya, banyak resolusi berhamburan di media sosial. Saya adalah salah satu yang mengetuk jemari pada layar ponsel untuk turut meramaikan aksi unggahunggah re-solusi. Tidak ada harapan khusus selain di-amin-i. Bukankah tak semua pengikut medsos kita sudi mengamini dan menyukai apa yang kita lakukan?


Apa yang terencana di 2019, beberapa tercapai, lainnya tertinggal. Mengejutkan ketika Sang Maha Pengasih memberikan nikmatNya yang bahkan tidak terkira sedikitpun. Semua adalah capaian. Gagal dan berhasil merupakan paket komplit yang tak bisa dipisah layaknya kutub positif dan negatif. Menerima adalah satu kepastian untuk memastikan semua akan baikbaik saja setelah kegagalan/keberhasilan tercapai. Namun, dibalik itu terkadang saya--kamu--lupa bahwa tiap kita memiliki standar pemahaman yang tak sama perihal bahagia/kecewa atas berhasil/gagal.


Kita lupa bahwa Dia adalah sebaik-baik pembuat ketetapan. :)


___
Kita lebih baik. Ayo lebih baik.
Teringat tulisan seorang, "Jika kamu sudah bertekad, yakinlah semesta akan membantu." 
___

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a