Lepas dan Gapai Asa (1)
Ikhlaskan masa lalu, hadapi masa depan
Innallaha ma'ana. Inna ma'al 'usri yusroo...
Apapun yang terjadi, ku 'kan selalu ada untukmu. Janganlah kau bersedih, cause everything its gonna be okay.
Just a liric... Potongan lirik dari lagu "Ya, sudahlah". Lagu ini sempat membuming saat th 2010. Kala itu saya baru beranjak SMA. melangkah pasti menuju pitih abuabu. Langkah dimana orang lain begitu berdebar sebab menanti sweetseventeen. Ditembak kakak kelas. Naksir temen sekelas dan kelakuan anak baru SMA lainnya.
***
SMA begitu menarik untuk dibahas. Yeoyyy. Selain karena kelakuan d atas, hal lain yang begitu nampak adalah adanya sifat untuk membangun diri menjadi lebih up to date dan "dewasa".
Masa dimana bangunan dalam diri mulai dibangun. Pengokohan tiang hingga dinding pun atap yang dicicil sedari kecil mulai terlihat. Dini, namun pasti.
Terkadang, ada yang malah berbalik arah. Jika sebelumnya adalah anak "alim" maka boleh jadi ketika hormon hormon semakin meningkat dan lingkungan telah kendor ikatannya maka yang terjadi adalah kebalikan. Begitupun sebaliknya.
Hidup tak selamanya mulus. Pun runut sesuai harapan. Ada ada saja ujian yang Dia berikan. Separuh dari kita mensyukuri, separuh tidak. Jika dicermati, ujian yg diberi adalah bentuk kasih sayang. Ujian tidak datang begitu saja. Semua memiliki sebab pun akibat. Semakin keras dan berat yang menerpa maka diri semakin kokoh, insyaAllah. Sebab Dia sedang menanam dan memupuk keisfiqomahan hambaNya.
Sebagai kekuatan. Kesabarn. Saya pernah berjumpa dg seorang ibu yang begitu tegar. Bapak yang begitu cetar. Saudara yang begitu gemetar. Saudari yang begitu mewangi mawar. Tiap kesulitan yang diberi akan berbalas kemudahan. Tangis menjadi suka. Peluh dunia, dahaga akhirat. Semoga jiwa tetap menjadi pribadi yg syukur nikmat. Aamiin.
Yang dirindukan adalah yang tangguh nan kuat. Loyal dan konsisten. Dan, kita tidak akan pernah sendiri. Pada Yang Ghaib, kita berserah. DiciptakanNya hambaNya berpasang-pasangan. Sebagai petunjuk, Yang Haq.
Dy A. Said
Kendari, 2-6-2016 | 17:45 kita
@bundaran faperta
Komentar