Selamat Pagi, Sayang
Selamat pagi, sayang.
pagi ini, embun dedaunan begitu segar
tak ada gerimis apalagi hujan
hanya kita dan matahari pagi
Selamat pagi, sayang
pagi ini, langkah kaki kita beradu gerak mentari
tak ada sepasang sepatu kets pun sandal
hanya kaki kita beralas alam
Selamat pagi, sayang
apa kabarmu?
tahukah kamu kabar baik ini kali?
ah, tidak. kan belum kuberitahu
aku bertemu Dia. di sepertiga waktu yang biasa kau bangunkan aku. dengan gemas, diceritakanNya tentangmu. aih, begitu melankoliknya suasana saat itu. dan, tidak ada musik terlebih suara lainnya. benar, hanya aku dan dia. tanpa beradu pandang--aku takut--segala tentangmu begitu nyata. mungkinkah...?
kau tak pernah mengajariku beradu pandang. kau juga tak pernah mengajariku ilmu mungkin. kuingat, hanya ilmu kepastian yang selalu kau ulang di tiap waktu. rasanya, aku membutuhkan masa lalu sebagai penampar pipi ini. aku terlalu bersemangat untuk berkata-kata tentang ini-itu dan melupakan janji dahulu.
adakah kau berbaik mengingatkanku (lagi)? TERIMAKASIH.
=***=
Selamat pagi, sayang
kudengar bunga di sebelah tengah rimbun mekarnya
adakah kau sudi memintanya untukku
sebagai lipur lara
di desember yang basah
di desember yang ranum
di desember yang cantik
di desember yang suci.
Selamat pagi, sayang.
Semoga baik-baik saja, lekas sembuh.
dy. a. said
Kendari, 27 Desember 2015 | 8:06am
Komentar