November (3)

"Nov, hentilah bercengkerama tentang pebijak yang tengah marak dihuru sejawat. somebody like you tonight, akan kita temui dibalik temaramnya separuh bulan." sembari menikmati sepiring barongko dan teh hangat. di alun-alun, kita mengeja rindu. menamai cita dengan kesungguhan. dihati kita mengukir. lalu dengan tergesa kita mendekapnya. tak tahu kemudian, serasa gelap. juwita mengurung benih dalam cemburunya.
sama-sama kita terpekur. Nov, di seperdelapan malam, kita melenggokkan jemari secara apik
mengisi ruang kosong antara kanankiri. menghitung kerapihan dan tersenyum. sesekali merenggangkan kedua tapak. hempaskan nafas. entah gelisah atau gembira.
sengaja kubiarkan malam menggerutu. hingga jangkrik lupa bahwa dengkurnya menyebalkan. sementara kunangkunang nampak cahaya, kau datang bawa belati. biru. dalam kotak separuh hati. tercium sejenak aroma melati. ini bukan canda. serius.

                                                                               *****
"Ayah, selamat ulang tahun. Barakallahu fii umrik."
____
"Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 60: 7)"
____

Kendari, 18.11.'14
'
'
'
dy.a.said

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a