A Circle

Di tempat ini kita duduk mencipta lengkung senyum yang indah. Bersama tertawa lepas, merangkai canda juga kisah. Nada dasar 4/4 yang terpetik oleh jemari mungil pada  senar gitar menghasilkan lantunan yang indah. Kita saling mendorong waktu, mengeja kata, dan sibuk mengatur pola duduk yang nyaman. Dimana pun itu, asal bersamamu kawan, bahagia akan terasa. Walau kita adalah pelukis aksara mati yang  hidup karena takdir namun kita bukanlah pelukis takdir. Marilah, bersama tertawa. Melepas segala rasa yang hambar. Mari, kita bubuhi segores luka dengan kebersamaan. 

Lalala, nyanyian sumbang kita mengganggu rumpun oriza sativa yang tengah menikmati mentari. Hei, bukankah kita tengah menghibur? Atau kita sepasang yang kesepian?

Ah, lelah tak menampik. Di antara pematang sawah yang masih menghijau kita duduk bersema menyemai rundukan persahabatan di antara padi dan rumpun yang ilalang yang menyaksikan kita berpelukan mesra dalam syair persahabatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a