Bersama November
Entah mengapa akhir-akhir ini aku lebih sering menulis. Hampir penuh
buku catatanku akan tulisan-tulisan tak jelas. Bergambar, berupa kata
maupun coretan gak jelas. Hm, bahkan aku pun tak mampu menjawab. Tak
mampu menafsirkan arti semua goresan penaku.
.. malam
semakin larut, para pengamen malam mulai bernyanyi.. Krikk kriikkk
krikkk. Menjadi suatu hal yang menarik bagiku. Lumayan gratis, unik,
namun agak sedikit berisik karena jujur aku sendiri tak menyukai bunyi
bising itu, tapi tidak untuk malam ini.. Aku menikmati alunan melodi
yang disampaikan. Sangat menikmati.
.. teringat 14
november setahun silam, dua tahun silam, dan tanggal 14 dibulan
november lainnya. Aku ingin tahu apa yang ku lakukan saat itu. Seperti
lirik lagu Tegar, "Aku yang dulu bukanlah yang sekarang..........".
Pasti lucu deh, terlebih saat-saat kebersamaan itu. Sejenak aku ingin
mengenang masa lalu yang ku tutup rapat-rapat. Yang ingin ku lupakan,
tak ingin ku kenang..
.. Duduk bercengkrama, bersenda
gurau bersama. Melepas tawa, rehat sejenak dari aktivitas. Hftt, aku
ingin bebas. Berpikir sejauh ini, bebas dalam konteks seperti apa?
..
terbang jauh mengelilingi dunia, melihat Monas di Jakarta, mengitari
Colosseum di Italia, memijakkan kaki di Yunani, melihat sejarah-sejarah
dunia atau bahkan aku ingin ke Mekkah. Bukan berarti, sinetron "Emak
Ijah Pengen Ke Mekkah :). Aku ingin melihat, sejauh mana kaki ini
berpijak. Menorehkan prestasi dan segudang cita-cita lainnya.
Setidaknya
aku pernah berpikir untuk melintasi, melanglang buana mengelilingi
dunia. Walau itu mustahil namun setidaknya itulah anganku. Mimpi,
harapan, dan cita-cita..
"Aku tersadar, ketika
kokok ayam membangunkanku dari tidur yang lelap. Sejenak menarik napas..
HHH.. Tak tahu mengapa, akhir-akhir ini aku merasa asing dengan tubuhku
sendiri. Mungkinkah diri ini meminjam raga dan jiwa seseorang? Seakan
aku menjalani rutinitas yang tak biasa. Menjadi pribadi yang berbeda
dari biasa. Sungguh ironis. Kejadian itu, berhasil mengguncang ?? jiwaku
!!
.. Bersyukur jiwaku tak tertekan, namun terkejut atau
entahlah. Paradigma tentang kebersamaan, keharmonisan, dan dinamika
kehidupan menjadi runyam. Ruwet. Gak ngerti deh
.. Jangan-jangan aku mati suri? Hm, gak mungkin. Lalu?
.. Lagi-lagi berbincang sendiri. Apa yang ku cakapkan? *MONOLOG
kehidupan ini terasa sangat bising
tiada lagi canda tawa
semua semuu yang terasa
melambai melawan rasa takut
suka duka diambang ketakutan
menjelma bagai jelita ditengah gelapnya malam
hiasi hidup dengan warna gak jelas
terkadang hitam, putih bahkan abu-abu
menguntai jeritan-jeritan kecil
.. inilah kisah anak yang hilang bersama hujan
April, 2012
Komentar