coming soon (1)
ini soal ikhtiar. tentang rezeki, juga kesiapan.
dalam dua momentum berbeda, dua wanita yang masing-masing berperan dalam kelangsungan hidup saya saat ini menyampaikan banyak hal penting. benang merah yang saya dapatkan dalam bab ke-tiga, yakni mawas diri.
yaps, sebagai seorang perempuan bukan berarti kita tidak mudah goyah, bukan? fenomena nikah muda bagi kalangan singlelillah makin marak. dalam sebulan di suatu bulan bahkan (hehe), banyak undangan yang tersebar. selain itu, berembusnya kembali angin poligami tentu memiliki dampak sendiri.
karena because selalu always, jadi saya hanya paparin singlelillah. gue banget soale. kalau poligami, sementara di skip. Okay?
__
menikah adalah perihal kesiapan. bukan tentang siap nikah muda atau nikah di penghujung muda, melainkan kesiapan segalanya. boleh jadi, ketika telah menyandang status sebagai pasangan, pasangan kita akan berpulang ke rahmatullah. jodoh bertemu kekasih dunia dan ajal berbeda tipis bukan? | atau, saat tengah mengarungi bahtera, tetiba muncul permasalahan yang entah pemicunya udah berusaha di basmi tapi teteup ga mati hamanya. terus merambat dan meracau.
jadi, jodoh itu apa?
kata para tetua yang telah lebih dulu mengarungi bahtera rumah dan tangga yang begitu banyak pijakannya itu: jodoh ya, jodoh. seseorang yang gak kamu tahu dimana dia. boleh jadi dia ada di deket kamu, tanpa kamu sadari. bahkan, seseorang yang gak kamu tahu darimana rimbanya tetiba muncul dan say hello ngucap akad depan babe kamu.
so, jodoh itu misteri.
dan, baik menikah muda atau di penghujung muda adalah rezeki. rezeki yang patut disyukuri. kadang kita terlupa untuk mensyukuri tiap nikmat (termasuk nikmat singlelillah, hehe). tiap bahtera memiliki musim yang timbul tenggelam. tugas kita adalah menjadi bijak dalam melihat sekitar, mengurangi (kalau perlu) membasmi sifat-sifat kurang elok yang dimiliki.
__
'Kalian kalau ada cowok deket-deket, jangan diladeni sepenuh hati. Boleh jadi dia usil doang. Tahukan? Mereka kadang nyebelin. Jadilah cewek yang kuat, gak gampung layu, pipi bersemu merah kalau disapa cowok.'
'Juga, mereka akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. saat ngedeketin kamu, boleh aja nih dia nampak soleh. jangan termakan rayuan. baru segitu aja udah klepek-klepek.'
'Jadi, ada tuh yang udah terperinci ngisi borang. Syukur kalau yang dimaksud orang dengan ciri seperti itu ada satu. Kalau dua gimana? Emang situ mau di salah pilihin? Bahkan ada yang sampai nulis jelas banget. Sangat detail. Nah, kalau udah kayak gini... Ya,dikembaliin. Kamu mau gak? Mau jadi jempol, telunjuk, atau jari ke-tiga?
'inget, ya. se-shalih-shalihnya dia, cari yang sekufu.'
__
Masih banyak wejangan wanita berkacamata itu yang akan diberikan. Sayang, waktu kami terbatas adzan dzhuhur.
Dari itu, banyak pelajaran yang bisa saya pribadi petik hikmahnya.
Termasuk, tidak memberi pupuk perasaan yang belum pasti. Hhehehe. Ini parah, ya.
Sempat dilanda ke-bingung-an, saya setengah sadar memupuk apa yang tidak seharusnya saya rawat. Semua berlangsung begitu saja. Hingga, kertas mengkilap berisi nama bernasab itu tiba.
Syok? Iya. Tapi, ya sudahlah.
Gak lama kemudian, sebuah fakta baru muncul. Dia yang ternyata tidak memiliki faktor x, y, z ternyata adalah pemilik sin, cos, tan. Secara pergerakan, kami berbeda. Kami? Saya dan dia. Well, sesuatu yang berbeda jika dipahami, tak mungkin akan bersama, yes?
Tak sampai di situ. Sesuatu yang baru itu muncul (lagi). Kata Tere Liye, sepotong hati yang baru. But, alhamdulillah saya gak lagi mencari hati tetapi rusuk, hehe. Si dia yang sejak awal tahun Pak PresJe memimpin mulai menginboks tanpa pamrih, tanpa pernah digubris, tanpa kenal musim terus mengganggu. Hm. 2017 adalah jawab atas tanyanya yang gak pernah berbalas. Percakapan itu terjadi, dan dia harus siap dicuekkin. Haha. Barangkali dia mencari teman mengobrol.
Lantas, apa lagi yang terjadi? Ya, udah, gitu aja. Gak ada apa-apa lagi. Saya males nanggepin hal-hal seperti itu. Saya nganggap semua hanya ujian. Sebelumnya, lebih banyak lagi. Namun, mereka tetap ujian. Saya bahkan sampai memutuskan akan menggunakan penutup wajah. Alhamdulillah belum kesampaian. Masih segini-gini aja.
Maka, pada Allah saya mohon ampun. Selama ini telah berlaku khilaf. Termasuk kategori terkena virus merah jambu-kah? Jika egois, saya akan menjawab tidak. Tidak ada yang terjadi. Tidak ada yang tersamar. Alhamdulillah dijaga-Nya perasaan ini agar tidak mudah terbakar rasa itu.
The last, semua mengajarkan banyak hal.
Kapanpun dia datang, ga usah di cari. Cukup di nanti, sebab sesuatu/seseorang itu telah lama tertulis untuk bersanding dengan fulan/ah secara detail di lauful mahfudz. Cukup memantaskan diri. Bagi cowok, ingin mencontoh sahabat Rasul atau Rasul? Yang cewek, ingin menjadi Khadijah atau Fatimah? Its up to you, gaes.
__
menikah di usia berapapun adalah rezeki. mendapat jodoh yang seperti itu pun rezeki. sing sabar wae, semua akan bersanding tepat pada waktunya. cepat atau lambat bukan masalah waktu tetapi kesiapan. maka, jangan salahkan diri ketika terjadi sesuatu terkait perkara ini. bukankah setiap kita adalah pembelajar?
banyaknya kisah pendahulu, baiknya kita teladani, buruknya tinggalkan; lupakan.
belajar untuk menerima, mengikhlaskan, agar ketika melepaskan tidak sulit.
bersabar dalam menanti, sehingga tak jemu menunggu.
ikhtiar.
semua telah digariskan.
tidak ada yang sempurna, tidak ada yang ideal.
jatuh cinta itu manusiawi.
jatuh itu wajar.
cinta itu fitrah.
potensinya antara fitrah dan fitnah.
pilih yang mana, hayo?
benar kata kedua wanita itu.
menikah bukan perkara saling melombai karena setatus ka-te-pe yang kudu harus di ganti.
juga bukan karena sendiri, biar kalo ke pesta ada gandengan.
sama halnya, mencari 'tukang multi-talent'.
menikah bukan perkara merealisasikan resume bacaan.
tetapi sunnatullah.
menikah adalah langkah yang pondasinya begitu kuat. mitsaqan ghaliza, namanya. untuk membina menuju yang terbaik. semua nampak sederhana. sesederhana diri yang tidak berbelit dalam 'menjadi'.
__
'Nak, milikilah alasan. Alasan yang membuat kalian selama ini berjalan menunduk (haha, hingga nyaris nabrak tembok). Jangan kode-kodean, deh, gak zaman.'
__
Maka, milikilah rasa pandai bersyukur. Mengikhlaskan untuk melepaskan karenaNya. KITA boleh kok menjatuhkan hati, tapi padaNya (mblo). So, kalo ada yang nanya kapan nikah? Jawabin aja:
C O M I N G S O O N .
.
.
.
.
.
.
diah a. said - seorang pembelajar
kendari, 4 September 2017 | 9.35 pm

Komentar