the power of husnudzan (2)
"
husnudzan saja, bila Aallah jauhkan aku dengannya
artinya
Allah sudah siapkan yang lebih baik darinya.
"
- on IG berani berhijrah-
sebab tak akan ada yang sia-sia jika diri benar-benar berproses. perihal masalah yang ditemui, adalah hal yang harus di terima. kita bukan satu-satunya orang yang bermasalah di dunia. berhenti mengeluh.
setiap cerita memiliki hikmah di baliknya. seorang penulis menulis pasti menyiratkan pesan tersendiri. seorang pekerja dibalik kerjaannya, ada banyak hal yang dipelajarinya. terlebih seorang pelajar, banyak hal yang diketahuinya tetapi masih sangat baaanyak lagi hal lain yang ternyata belum ia sentuh; belum ia ketahui.
kita dapat menyebutnya benturan. mengapa? pada akhirnya tiap ujian besar juga kecil umpama benturan dengan frekuensi masing-masing disertai gelombang yang dimiliki akan berwujud sebagai kenyataan yang telah menghantam diri. dan, penerimaan atas itu adalah seni. nah lo? iya, seni dalam menjalani kehidupan. wkwk
___
beberapa bulan sebelum 2016 benar-benar berakhir; sebuah impian menjadi ujian yang cukup berarti. kami berbicara berdua. setelah berduaan sebelumnya. ini tentang kesiapan. siapkah kamu?
dy : ada yang ingin saya sampaikan. ke rumah, ya.
me: iya, kak. pulang kampus saya mampir.
.
.
me: kak, insyaAllah setelah ashar saya ke rumah. (setelah ditelpon beberapa kali)
tidak ada balasan. saya cukup deg-degan. apa yang terjadi? mungkin ini ada hubungannya dengan sesuatu yang saya lakukan di pekan-pekan sebelumnya. akhirnya, saya memilih mengalah. mendatangi sebuah tempat dimana akhir pekan saya kerap saya habiskan di sana. sebuah persinggahan bersama mereka yang mewarnai kehidupan saya. itu serupa ujian wawancara untuk mengikuti sebuah seleksi penerimaan beasiswa atau kerja. mimiknya santai lalu serius. hingga akhirnya, saya hanya perlu mengatakan ya atau tidak. maka, saya percaya padamu adalah jawaban yang tepat.
di situ hati saya diuji. Dia sang Maha Pemilik Hati menyadarkan saya. betapa pengelolaan hati sangat dibutuhkan. beda halnya; ketika saya belum merasakan fase itu dibanding setelah merasa. ada perbedaan antara teore dan praktik.
hingga akhirnya, satu per satu rahasia itu Allah beritahu saya. ini bukan sekadar jawaban di tiap tahajud tetapi bagaimana Dia menjaga hambaNya; dengan sebaik-baik penjagaan.
saya yakin, dengan upaya penerimaan, segala yang berlalu akan kembali dengan jiwa yang baru. apa yang baik akan didekatkanNya, juga yang buruk akan dijauhiNya. maka, jawab saya siap dan saya memercayakannya padamu adalah putusan adil untuk segala perasaan.
rahasia-rahasia itu menguap ke permukaan. saya mulai mengenal masing-masing. tentu dengan perasaan yang berbeda. namun, perasaan itu mengajarkan pandailah mengelola hati. bijaklah. melepaskan adalah hal terbaik untuk sebuah penerimaan di masa depan.
jangan tanya saya menangis atau tidak. pastinya saya menangis dong (cewek digituin gak nangis?) wkwk... namun, saya sadar. menangisi apa yang belum dimiliki dan bukan hak adalah kesia-siaan belaka. dan, perasaan itu sejenis parasit.
alhamdulillah diberi kekuatan olehNya, juga mereka yang saat itu saya usik dengan kebaperan di tengah kesibukannya menyiapkan harinya pula.
"
jangan habiskan waktu
untuk perkara yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
"
masalah itu, bukan kita sendiri yang pernah merasakannya. masalah bukan hanya milik sendiri. carilah solusi untuk tiap perkara. milikilah teman, guru, mentor, atau mereka yang senantiasa membawamu ke arah yang lebih baik lagi. keep husnudzan. jika seperti itu, sembunyikan rasa cintamu pada seseorang karena mengamankan diri dari fitnah itu lebih mulia daripada menunjukkan hasrat sekalipun itu fitrah.
Dia berikan yang terbaik; untuk usaha dan ikhtiar. Dia berikan kita kesempatan untuk yang terbaik; Dia ingin mengajarkan tentang perjuangan. Mengutip dari sebuah tulisan viral di medsos, "mungkin bukan dengan menyegerakan pengabulan semua yang kita inginkan, sebab Dia bisa sajaa menunda semuanya sampai batas waktu yang tidak pernah kita ketahui meski kita sudah terus-menerus meminta dalam sujud panjang doadoa. itu tidak berarti, Dia tidak cinta. Tersebab kecintaanNya pada kita, Dia ingin kita meminta dan bermanja padaNya.
masalah datang dari Allah - penyelesaian pun akan datang dariNya.
hasbunallah wani'mal wakil.
ni'mal maula wa ni'man nashir.
diah a. said - seorang pembelajar
kendari, 12/7/2017 | 7.56 am

Komentar