untuk tidak menjadi lebih
maka aku harus mengenalmu
___
tidak perlu menjadi ricik untuk mencinta air.
tidak perlu merubah wajah untuk menatap.
tidak perlu menutup luka untuk menyapa.
tidak perlu apaapa. tetaplah seperti biasa; maka aku mengenalmu.
___
maka aku harus mengenalmu
di perjalanan yang akhirnya telah menemu ujung, kita bergembira. mungkin tidak semua kita. pada intinya, kita berbahagia.
kita sanggup untuk bahagia bukan untuk sesaat sebab dibalik kebahagiaan yang purna ini akan ada kebahagiaan lain yang siap menyapa.
bahagia itu, yang lain... barangkali adalah kamu?
bahagia itu, yang lain... mungkingkah adakah kamu?
___
maka aku mengenalmu
untuk menjadi penanda
untuk memberi petanda
untuk kamu;
maka aku harus.
___
maka aku
adalah siapa saja
bukan apa saja
apalagi?
jangan menerka. mari menebak.
sementara, singkirkan asbak.
aku tahu, mengenalmu cukup biasa.
dengan sederhana
agar ketika pisah nanti dan temu lagi; aku biasa
...
___
maka
aku percayakan dia padamu. kuizinkan dia untukmu.
barakallahu lakaa wa barakah 'alayka
wa jama'a baynakuma fii khair
maka
ketika waktu itu tiba,
perkenankan aku membawa kedua penghias si manis
agar si manis tetap optimis
menatap langit yang gerimis
walau tak hujan. hanya lagu ritmis
yang usil mengganggu. mengais.
titip dia. jaga dia.
___
diah a. said
kendari, 27.3.2017 | 4:33 pm
gazebo FKIP bersama si adik. (selamat menunaikan amanah adik manis)

Komentar