Let It Go!



Judul buku: Spring In London
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1016-9
Tebal; ukuran: 240 hlm; 20 cm

Gadis itu tidak menyukainya. Kenapa?
Astaga, ia-Danny Jo-adalah orang yang baik. Sungguh! Ia selalu bersikap ramah, sopan, dan menyenangkan. Lalu mengapa Naomi Ishida menjauhinya seperti wabah penyakit? Bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam pembuatan video music ini kalau gadis itu tidak mengacuhkannya setiap saat? Kesalahan apa yang sudah dia lakukan?

***

Masingmasing penulis memiliki cara tersendiri dalam menulis. Begitupun dengan Ilana Tan. Walau ending yang ditawarkan mudah ditebak tetapi penulis mengemasnya dalam kemasan yang apik. Gaya bahasa sederhana, ringan, dan alur yang menyatu dengan jiwa pembaca.

Menurut saya dia merupakan seorang penulis melankolis terbaik (menurut saya), seorang juru masak ter-ciamik, selalu menyajikan prolog sebagai pembuka dengan begitu manis. Serasa terus penasaran dengan menu pertama, kita akan terus ketagihan melahap penganan yang disajikan hingga menemu menu penutup dan –klop- satu rasa buncah di akhir.

Novel ini berhasil menyingkap sosok masa lalu untuk hadir di masa depan. Dua tokoh utama saling mendukung. (Sebenarnya) Saya banyak berharap penulis akan menggunakan nuansa local (baca: Indonesia) dalam mendeskripsikan tiap tempat dalam ceritera. Alhasil, penulis konsisten menggunakan nama kota di judul sebagai latar menarik. Kecewa? (Yes). Sebab, tokoh yang diceritakan sempat disinggung keturunan Indonesia tetapi itu tidak menjelaskan banyak hal. Meskipun begitu, penulis lebih dari cukup menguasai budaya dan menceritakan latar belakang tokoh yang diciptanya sehingga seakan-akan cerita menjadi lebih menyati dengan pembaca.

Selain dua tokoh utama, tokoh lainnya sebagai pendukung tidak hanya dicipta untuk sekadar numpang lewat. Chris, seorang lelaki bermata biru yang begitu memikat banyak wanita but ... Juga tentang kehidupan mereka dalam satu flat yang ternyata tidak biasa. Mengapa? (Sungguh saya tidak mengutarakannya. Please, read it :) )

MENARIK. NYATA. MELANKOLIS. Saya rekomendasikan buku ini terutama bagi teman-teman pecinta genre pop literature. Salam.

*** 

                                                                                                                                               Apa yang membuatmu berpikir bahwa menunggu satu hari, satu bulan, atau satu tahun lagi akan ada bedanya? (Keiko Ishida kepada Naomi Ishida)
***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a