the power of giving (1)

"
bukan seberapa banyak, tetapi seberapa lapang kita memberi
kepada saudara kita
yang membutuhkan
"

(gambar ilustrasi. taken pic by: PIL LSIP 2017 Comittee)

pemberian tidak mesti berupa barang. sebab, izzah setiap orang berbeda. ada yang ketik diberi, menolak, ada yang langsung menerima. penerimaan yang berbeda dari tiap individu membuat kita harus memikir cara yang tepat untuk memberinya. kita harus saling menjaga perasaan satu sama lain bukan?

pemberian termudah yang kerap dilakukan adalah mengembangkan senyum. menekuk sedikit bibir. mata akan berbinar dan sedikit melapangkan hati. saya pribadi tidak pernah menjadwalkan untuk siapa saja saya akan tersenyum. kepada mereka yang ditemu secara tak sengaja atau sengaja, tersenyumlah. itu bisa menjadi pengugur dosa, kan?

maka, pemberian terindah selain barang adalah senyum. senyum tiap kita berbeda. seperti saat memberi hadiah kepada saudara dan dia menerimanya sembari tersenyum. betapa lega hati melihatnya. thats so cute, dear.

senyum sebagai sedekah memiliki salah satu keutamaan, dengan diibaratkan sebagaimana air memadamkan api dan dapat menjadi bukti keimanan seseorang. boleh jadi, ketika kita bertemu orang dan tersenyum walau tak mengenalnya, dapat menjadi pelipur lara. bahkan, seseorang yang sedang marah ketika bertemu orang lain pun akan tersenyum tak menampakkan kemarahannya.

back to person, lagi sih.
berilah apa yang kamu bisa, yang kamu sanggupi, yang kamu cintai, dan rahasiakanlah
_________________

kendari, 4/4/18 8:22 am
diah a. said-seorang pembelajar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a